Ai Fen, Dokter Wanita asal China yang Mengungkap Virus Corona Pertama Kali, Dikabarkan Menghilang

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dokter Ai Fen, yang mengungkapkan pertama kali terkait virus corona, dikabarkan menghilang (Weibo via New York Post)

Sebelum terpapar, ia sempat membagikan informasi dan memperingatkan publik mengenai wabah ini, sebelum didatangi oleh penegak hukum.

Baca: Mengenal Huang Xiqiu, Arsitek RS Khusus Corona di Wuhan yang Lahir dan Sekolah di Jember

Baca: Lampaui China, Italia Jadi Negara dengan Total Kematian Akibat Virus Corona Terbanyak di Dunia

Oleh otoritas berwajib, ia diminta untuk menandatangani surat pernyataan karena dianggap memberikan informasi tak benar beberapa pekan sebelum Wuhan dikarantina.

Oleh pejabat di ibu kota Provinsi Hubei itu, Li mendapat predikat sebagai "martir" karena keberanian, dedikasi, dan cepat dalam menanggapi.

Dilansir oleh Daily Mail, penyebutan tersebut diembuskan media pemerintah di tengah kabar menghilangnya dokter Ai Fen.

Dalam keterangan CCTV di Weibo, nama Li  ada di antara 14 pekerja kesehatan Hubei yang terinfeksi Covid-19 dan meninggal karena penyakit itu.

Mengutip keterangan pejabat setempat, CCTV mengabarkan bahwa pekerja medis itu mengabaikan keselamatan sendiri dengan bertugas di garda depan.

Kemudian seperti berpacu dengan waktu, mereka bekerja siang dan malam untuk menjaga keselamatan dan kesehatan jiwa manusia sebelum akhirnya gugur.

Dr Li menjadi satu diantara 14 pekerja medis di Provinsi Hubei yang menerima penghargaan.

Lebih dari 3.000 pekerja medis diketahui terinfeksi virus corona saat merawat pasien, dan setidaknya 26 dari mereka telah meninggal, menurut angka yang dirilis oleh media China.

Hingga Kamis (2/4/2020), China telah mengonfirmasi sebanyak 81.589 kasus virus corona di wilayahna, dengan total kematian sebanyak 3.318 orang.

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)



Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer