Sekitar 300 Orang Meninggal Setelah Meminum Metanol yang Dianggap Dapat Mengobati Virus Corona

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi wabah Covid-19

Berbicara pada pertemuan kabinet, Rouhani mengatakan pemerintah harus mempertimbangkan efek dari upaya karantina massal pada perekonomian Iran yang terkepung, yang berada di bawah sanksi berat AS.

"Kesehatan adalah prinsip bagi kami, tetapi produksi dan keamanan masyarakat juga merupakan prinsip bagi kami," kata Rouhani.

"Kita harus menyatukan prinsip-prinsip ini untuk mencapai keputusan akhir."

"Ini bukan waktunya untuk mengumpulkan pengikut," tambahnya.

"Ini bukan waktu untuk perang politik."

Pada Mei 2018, Presiden Donald Trump menarik AS dari perjanjian nuklir penting yang ditandatangani tiga tahun sebelumnya antara Iran dan kekuatan dunia.

Baca: Kelabakan Hadapi Virus Corona, Iran Tuding Amerika Ciptakan Covid-19, Sebut AS Musuh Menyeramkan

Baca: Virus Corona Merebak, Kini Giliran Pemain Manchester City dan Everton Terkena Dampak Covid-19

Washington sejak itu telah menjatuhkan sanksi yang mencegah Teheran untuk menjual minyak di pasar internasional.

Iran telah mendesak masyarakat internasional untuk mencabut sanksi dan mencari pinjaman sebanyak 5 milyar dollar dari IMF.

Pekan lalu, kepala hak asasi PBB menyerukan sanksi yang dijatuhkan pada negara-negara seperti Iran menghadapi pandemi coronavirus baru untuk "segera dievaluasi kembali" guna menghindari mendorong sistem medis ke dalam kehancuran.

"Pada saat yang genting ini, baik untuk alasan kesehatan masyarakat global, dan untuk mendukung hak dan kehidupan jutaan orang di negara-negara ini, sanksi sektoral harus dikurangi atau ditangguhkan," kata kepala hak asasi manusia PBB Michelle Bachelet.

Dalam beberapa hari terakhir, Iran telah memerintahkan penutupan bisnis yang tidak penting dan melarang perjalanan antar kota.

Tetapi langkah-langkah itu datang lama setelah negara-negara lain di kawasan itu memberlakukan lebih banyak penguncian.

Lebih dari seminggu setelah mengatakan dia memperkirakan langkah-langkah yang diambil untuk mengekang penyebaran virus corona akan mereda pada awal April, Rouhani memperingatkan pada hari Minggu bahwa "jalan hidup baru" di Iran kemungkinan akan diperpanjang.

 "Kita harus bersiap untuk hidup dengan virus ini sampai pengobatan atau vaksin ditemukan, yang belum terjadi sampai saat ini," tambahnya.

"Cara hidup baru yang telah kami adopsi" adalah untuk kepentingan semua orang, Rouhani mencatat, menambahkan bahwa "perubahan-perubahan ini mungkin harus tetap di tempatnya untuk beberapa waktu".

Pada catatan positif, Rouhani mengatakan ia telah diberitahu oleh para ahli kesehatan dan dokter bahwa disebagian provinsi telah mencatatkan penurunan jumlah kasus.

“Di beberapa provinsi, kami telah melewati puncak [epidemi] dan berada di lintasan menurun,” ujarnya.

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)



Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer