Artinya negara tersebut secara khusus akan terkena gangguan rantai pasokan dan permintaan global yang lemah.
"Akibatnya, pemulihan yang kami harapkan pada paruh kedua tahun 2020 di negara zona euro lainnya akan terwujud jauh lebih lambat di Jerman," ungkapnya.
Selain zona Eropa, prospek pertumbuhan juga diprakirakan akan sangat buruk di negara-negara Amerika Latin.
Pertumbuhan negara Argentina akan terkontraksi sebesar -6,7 persen, Brazil -5,5 persen, dan Meksiko -5,4 persen.
Meksiko sendiri sangat bergantung pada tren di AS.
Sehingga bila pertumbuhan PDB di AS menurun, prospek pertumbuhan di Meksiko juga akan tertekan.
Di seluruh kawasan, gangguan bisnis akan menyebabkan investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) turun tajam.
Hal ini akan sangat merusak wilayah-wilayah yang memiliki tabungan domestik lemah.
Dengan FDI menyumbang 3 persen dari PDB dan 15 persen dari total investasi tetap.
Sementara itu, untuk negara-negara Amerika Selatan, pendekatan musim dingin di belahan bumi selatan meningkatkan prospek epidemi yang sulit dan berkepanjangan.
Baca: Tetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar, Jokowi Minta Pemda Tak Buat Kebijakan Sendiri
Baca: Jokowi Tetapkan Status Darurat Kesehatan Masyarakat, Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar
Baca: Ikut KTT G20 Via Online Setelah Makamkan Ibunda, Jokowi: Lawan Covid-19 dan Resesi Ekonomi Global
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hampir Seluruh Anggota G20 Diprediksi Resesi, Kecuali RI dan 2 Negara Ini"