Miris, Jenazah Pasien ODP Covid-19 Batal Dimakamkan, Ditolak & Diusir Warga, Keluarga: Lalu di Mana?

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi jenazah

Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan membenarkan kejadian itu.

"Kami koordinasi dulu dengan seluruh pihak baik pemkab maupun provinsi bagaimana pemakamannya," ujar Mangatas Tambunan yang dihubungi Kompas.com.

5 Warga Gowa Positif Terjangkit Virus Corona

Lima warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dinyatakan positif terjangkit virus corona atau Covid-19.

Selain itu, ada 9 orang dengan status pasien dalam pengawasan (PDP).

Guna mengantisipasi penyebaran virus corona, pihak Pemkab Gowa telah melakukan penyemprotan disinfektan, termasuk mengisolasi seluruh keluarga pasien.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo saat menggelar konferensi video kepada seluruh forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) dan seluruh camat pada Jumat (27/3/2020).

"Kemarin ada tiga orang yang positif dan hari ini terus bertambah.

Untuk itu, kami akan mengambil langkah antisipasi dengan melakukan penyemprotan di seluruh wilayah Kabupaten Gowa" kata Adnan melalui pesan singkat, dikutip dari Kompas.com.

Ilustrasi wabah Covid-19 (pixabay.com)

Saat dikonfirmasi terkait lima warganya yang dinyatakan positif corona, Adnan menyebutkan, rumah para pasien telah disemprot disinfektan.

Seluruh penghuni yang sebelumnya tinggal dengan para pasien juga diisolasi secara mandiri di dalam rumah masing-masing.

"Seluruh kebutuhan pokok akan ditanggung oleh pemerintah.

Paket sembako telah kami kirim ke keluarga pasien yang dinyatakan positif dan kami terus memantau perkembangan mereka selama 14 hari ke depan" kata Adnan.

Baca: Tom Hanks Ungkap Perkembangan Setelah Karantina Virus Corona, Sudah Pulang ke AS Bersama Istrinya

Saat ini, Pemkab Gowa telah mengimbau warga untuk tidak keluar rumah dan tidak membuat keramaian massa.

Namun, berdasarkan pantauan Kompas.com, larangan untuk tidak beraktivitas di luar rumah belum diindahkan oleh warga.

Meski tempat-tempat berkumpul seperti kafe dan warung kopi telah tutup, masih banyak warga yang beraktivitas di luar rumah.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/Abdul Haq)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"", 



Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer