Hatta Rahman memutuskan untuk mengambil tindakan tersebut setelah diketahui salah satu warga desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan positif terinfeksi Covid-19.
Isolasi khusus Tenrigangkae tersebut dilakukan dengan harapan dapat memutus mata rantai virus corona agar tidak menyebar.
Isolasi tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Maros, Darmawati.
Hatta Rahman langsung memerintahkan kepala desa dan camat untuk melakukan tindakan isolasi wilayah.
“Bapak Bupati langsung memerintahkan agar Desa Tenrigangkae diisolasi. Serta memantau mobilitas masyarakat setempat dan menghindari kerumunan," katanya.
Pihak Puskesmas Mandai dan unsur TNI-Polri juga diminta untuk membantu melakukan pemantauan pergerakan warga setempat.
Baca: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Dipastikan Positif Terinfeksi Virus Corona
Baca: Belajar di Rumah, Mendikbud Minta Guru Berikan Materi Life Skill dan Karakter dari Pandemi Covid-19
"Sebenarnya bukan hanya daerah yang positif corona diisolasi. Tapi juga daerah lain yang warganya PDP,"
"Kami juga ditingkatkan pemantauan terhdap pergerakan warga agar tidak terjadi penyebaran virus,” paparnya.
Warga yang dinyatakan positif corona tersebut kini berusia 62 tahun.
Pasien berjenis kelamin laki-laki ini sempat dirawat di IGD RSU Dody Sardjito.
Kemudian dirujuk ke RS Pusat Jantung Terpadu Wahidin.
Alasannya, pasien mengalami keluhan jantung. Namun setelah diperiksa dinyatakan positif corona.
Pasien tersebut merupakan warga Maros pertama yang dinyatakan positif corona.
Berdasarkan data yang dihimpun dari tetangga pasien, warga tersebut juga baru pulang dari Mekkah setelah menunaikan ibadah umrah.
Saat diperiksa dokter, dia tak mau mengakui baru pulang umrah.
Namun tim medis yang curiga dengan keterangan pasien, melakukan survei.
Baca: Driver Ojol Tergeletak di Atas Motor Bikin Panik Dikira Kena Corona, Satpol PP Panggil Ambulans
Baca: Bukan Local Lockdown, Ganjar Pranowo Tegaskan Tegal Hanya Terapkan Isolasi Terbatas
Hasilnya, benar jika warga tersebut baru pulang dari umrah.
Dia disambut secara besar-besaran oleh pihak keluarga, pada Februari 2020 lalu.
Bahkan, pasien juga sempat berkunjung ke Kabupaten Sinjai sebelum dirawat di rumah sakit.