Driver Ojol Tergeletak di Atas Motor Bikin Panik Dikira Kena Corona, Satpol PP Panggil Ambulans

Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pengendara ojek online tengah tertidur pulas di Jalan Karang Tengah Raya. Warga pun banyak yang menaruh curiga pengendara tersebut terpapar virus pada Kamis (26/3/2020).

Hanya saja, memasuki hari kedua karantina, ia meminta izin untuk mediasi dengan keluarganya.

 "Pengakuannya kemarin dirinya ingin diskusi dengan keluarganya karena harus menjalani masa karantina selama 14 hari, namun sampai saat ini memang belum ada kembali lagi ke lokasi karantina," kata Tjetjep seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (6/3/2020).

Meski demikian, Tjetjep telah meminta petugas kesehatan baik Dinas Kesehatan Kepulauan Riau maupun Batam untuk melacak keberadaan pengemudi ojek online tersebut.

Hal itu dilakukan supaya pengemudi tersebut mau kembali dikarantina.

Tjetjep juga menjelaskan keberadaan pengemudi ojek online yang satunya.

Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum berhasil melacak keberadaannya.

Sebab yang bersangkutan dari awal memang tidak bisa ditemukan.

Namun, pihaknya masih terus berusaha melacak keberadaan keduanya.

“Masih terus dilacak keberadaan keduanya.

Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melacak keberadaan keduanya," terang Tjetjep.

Tjetjep mengaku, kedua driver ojek online ini memang tidak kontak langsung dengan VP, WNA Singapura yang terinfeksi virus corona.

Namun, kedua pengemudi ojek online ini telah berkontak langsung dengan asisten rumah tangga VP, berinisial Css.

Sedangkan Css sendiri saat ini tengah manjalani masa karantina di Asrama Haji Batam hingga 14 hari ke depan.

Lebih lanjutm Tjejep mengatakan untuk kondisi 14 orang yang menjalani karantina di Asrama Haji Batam dalam kondisi sehat,

Kejadian ini bermula saat ada 6 orang WN Singapura termasuk VP berkunjung ke Batam.

Keenam WNA ini diketahui masih memiliki hubungan kekeluarga dan satu dari mereka memiliki rumah di Batam.

Mereka masuk Batam pada 20 dan 21 Februari 2020.

Kemudian, keenam orang tersebut kembali ke Singapura pada 23 Februari 2020.

Setelah dilakukan pengecekan, dua dinyatakan positif terjangkit virus corona dan pada 29 Februari 2020 langsung diisolasi.

Keesokan harinya, pada 1 Maret 2020, 2 orang lagi dinyatakan positif dan juga langsung diisolasi oleh Pemerintah Singapura.

Halaman
123


Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer