Penerbangan Terdampak Covid-19, Pramugari di Singapura Kerja di Toko Ritel demi Penuhi Kebutuhan

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Pramugari

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Para pekerja maskapai penerbangan sudah mulai merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

Kini awak kabin sudah mulai cemas dengan keuangan mereka.

Pasalnya, layanan penerbangan menjadi kacau lantaran banyak negara yang melakukan lockdown.

Sebagai contoh, Singapore Airlines (SIA) yang telah mendaratkan hampir semua pesawatnya awal pekan ini.

ILUSTRASI Bandara - Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang Banten, Selasa (28/3/2017). ((KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA))

Baca: Video Keluarga Nekat Bongkar Plastik Jenazah PDP Covid-19 Asal Kolaka, Dokter Sebut Kurang Pemahaman

Baca: Pangeran Charles Positif Terinfeksi Virus Corona, Mengisolasi Diri bersama Camilla di Skotlandia

Diberitakan TribunnewsWiki.com dari South China Morning Post, Kamis (26/3/2020), seorang pramugari SIA (25) yang menolak disebutkan namanya, berbagi cerita.

Pramugari itu menceritakan pendapatannya yang mengandalkan gaji dari industri penerbangan.

Penghentian penerbangan ini membuat dirinya kehilangan penghasilan tersebut.

Dia mengajukan cuti tanpa dibayar, karena kemungkinan panggilan untuk terbang pada masa seperti ini hampir tidak mungkin.

Dengan mengambil cuti, dia akan membantu bibinya di sebuah warung makan, dengan gaji sekitar 10 Dolar Singapura per jam.

Seorang pramugari lain, yang bekerja untuk maskapai yang berbeda tetapi berbasis di Singapura, mengatakan ia telah memulai pekerjaan paruh waktu di sebuah toko ritel, di mana ia bekerja tiga kali seminggu.

Dia juga menolak disebutkan namanya.

Pramugari ini mulai kehilangan hingga 70 persen penghasilan bulanannya yang biasanya mencapai $ 3.500 per bulan.

Dalam sebulan, biasanya dia bekerja selama 16 hari.

Namun, pada Maret 2020 dia hanya terbang enam kali saja.

Ilustrasi Pramugari (pixabay.com)

Baca: Kisah Pasien Virus Corona di Bandung, Sebut Satpam RS Kabur saat Bertemu: Kayak Lihat Setan

Baca: Raja Restoran Surabaya Nekat Gelar Pernikahan Putranya di Tengah Wabah Corona, Banyak Pejabat Hadir

SIA Group sendiri memilih untuk mendaratkan 96 persen armada yang dimiliki, hingga akhir April mendatang.

Kepala eksekutif SIA Goh Choon Phong mengatakan krisis Covid-19 mungkin merupakan "tantangan terbesar" yang dihadapi SIA Group dalam keberadaannya.

Sebenarnya tak hanya SIA yang dihadapkan pada masalah seperti ini.

Maskapai lain di seluruh dunia telah menanggapi pandemi dengan cara yang sama.

Dubai carrier Emirates pada hari Minggu mengatakan akan memotong tujuan dari 159 menjadi 13, dan memotong gaji dasar untuk sebagian besar karyawan antara 25 hingga 50 persen selama tiga bulan.

Seorang pramugari berusia 50 tahun, yang telah bekerja di SIA selama 27 tahun, mengatakan, “Sars tidak seburuk itu. Penerbangan kemudian hanya dibatalkan ke wilayah Cina, tetapi tidak begitu banyak dengan seluruh dunia. Kami khawatir pada saat itu, tetapi tidak sebanyak sekarang.”

Halaman
12


Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer