Bukan Pagi Hari, Berjemur Bisa Tingkatkan Imunitas dari Corona Jika Dilakukan di Saat Tepat, Kapan?

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi berjemur di waktu dan durasi yang tepat bisa meningkatkan imunitas tubuh.

"Yang kita butuhkan sebetulnya adalah ultraviolet B. Ultraviolet B ini gelombangnya lebih pendek. Jadi itu sebabnya kita harus tunggu sedikit mataharinya naik. Jadi kita di khatulistiwa, jam 10 sudah ada. Jadi itu adalah alasan kita jemurnya jam 10.00," kata Tan.

Dilakukan hanya 10-20 menit saja

Ilustrasi cahaya matahari (Her.ie)

Tak hanya soal kapan waktu yang tepat, Tan juga mengungkap durasi berjemur yang paling baik.

Menurut Tan, berjemur cukup dilakukan selama 15-20 menit saja.

Mengingat pada pukul 10.00 pagi matahari memang sudah cukup terasa menyengat di kulit.

Tan juga mengatakan, semakin banyak permukaan kulit yang terpapar sinar matahari maka semakin baik pula manfaat yang akan di dapatkan.

Manfaat berjemur di waktu dan durasi yang tepat

Tan menyampaikan beberapa manfaat baik yang akan didapatkan tubuh jika rutin berjemur di waktu dan durasi yang tepat.

Bagi perempuan berkerudung, Tan mengimbau sebaiknya berjemur dilakukan di rumah agar ultraviolet B yang dicari dapat secara langsung mengenai permukaan kulit.

Dr Tan juga menjelaskan, ultraviolet B yang dari sinar matahari di pukul 10.00 akan bekerja sama dengan kolesterol yang ada di bawah permukaan kulit untuk membentuk Vitamin D3.

"Jadi ultraviolet B yang mengandung pro-vitamin B3 bersama kolesterol di bawah kulit kita akan membentuk vitamin D3. Nah, vitamin D3 inilah menjadi sumber kekebalan tubuh manusia," terang Tan. 

Selain itu, Vitamin D3 juga berfungsi untuk mencegah kanker dan mencegah penyakit autoimun.

Dalam video tersebut, Tan menegaskan berjemur matahari bukanlah untuk mematikan virus atau bakteri yang ada di dalam tubuh atau di permukaan kulit.

Meelainkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang virus.

"Cahaya matahari enggak matiin virus. Kalau memang virusnya ada, tetep aja ada. Tetapi cahaya matahari mengandung ultraviolet B," ujar Tan.

Bahaya berjemur di waktu dan durasi yang tidak tepat

Matahari terbit dilihat dari puncak Gunung Andong. (10/03/2019) (Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya)

Tan juga menerangkan beberapa bahaya jika seseorang berjemur pada waktu dan durasi yang tidak tepat.

Tan menjelaskan berjemur pada sekitar pukul 07.00 justru berbahaya bagi kesehatan.

Pada saat tersebut, diterangkan oleh Tan matahari tengah mengeluargan gelombang ultraviolet A yang justru bisa menimbulkan kanker serta keriput pada kulit.

"Masih jam 7 pagi, jam 6, jam setengah 6, sudah ada matahari. Cahaya matahari bernama gelombang ultraviolet A itu bisa masuk ke permukaan bumi. Nah, ultraviolet A ini yang hendak kita hindari justru, karena menyebabkan kanker dan kita tengarai menyebabkan keriput," tukasnya.

Halaman
123


Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer