Corona Mewabah, Pesta Pernikahan di Purwokerto Dibubarkan Polisi, Semua Tamu Disemprot Disinfektan

Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas menyemprot disinfektan kepada tamu hajatan warga di Purwokerto, Jawa Tengah, disemprot disinfektan, Minggu (22/3/2020).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Untuk mencegah penyebaran virus corona, pesta pernikahan di Purwokerto dibubarkan oleh polisi.

Semua tamu undangan pun disemprot dengan disinfektan.

Sebuah pesta hajatan nikah terpaksa dihentikan oleh kepolisian.

Dilansir oleh Kompas.com, pesta yang berlangsung di di Gang IV Overste Isdiman Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah tersebut dibubarkan oleh polisi pada Minggu (22/3/2920).

Pembubaran pesta pernikahan tersebut tak lain adalah untuk mengantisipasi adanya penyebaran virus corona ( Covid-19) akibat kerumunan massa.

Hal tersebut karena hajatan tersebut tak hanya dihadiri oleh warga lokal melainkan juga ratusan orang dari Wonogiri.

Para tamu undangan yang datang dari Wonogiri tersebut bahkan datang dengan menggunakan empat bus.

Baca: Update Corona di Jawa Tengah, 2.416 ODP dan 14 Orang Positif Covid-19, Belum Ada Laporan Sembuh

Baca: Viral Video Wanita Status ODP Virus Corona di Solo Keluyuran ke Pasar Singosaren

Polisi menyebut tamu yang hadir di acara tersebut berjumlah sekitar 200 orang.

"Tadi ada laporan dari warga, ada hajatan dihadiri rombongan empat bus, jumlahnya sekitar 200 orang. Kami datangi, komunikasi dengan pihak keluarga memberikan edukasi," kata Kapolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (22/3/2020) dikutip dari Kompas.com.

Setelah dibubarkan, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) pun langsung melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi.

Para tamu juga diperiksa kesehatannya oleh petugas dari puskesmas.

"Kami tutup jalan, kami lakukan penyemprotan, tamu-tamunya kami semprot, busnya juga kami semprot, semua barang disemprot. Setelah keluar, tamu diperiksa suhu badannya, alhamdulillah sehat semua," ujar Whisnu.

Whisnu mengatakan, rombongan dari Wonogiri yang menggunakan bus langsung diminta pulang dengan pengawalan polisi.

nikah (Pixabay)

Bus yang membawa rombongan diharapkan tidak berhenti hingga tiba di tujuan.

"(Acara) langsung berhenti, dengan seperti itu langsung berhenti, begitu kami datang langsung berhenti. Katanya ngunduh mantu, tidak ada permintaan izin ke kami, kalau ada permintaan izin pasti tidak kami berikan," kata Whisnu.

Sementara itu, Bupati Banyumas Achmad Husein mengapresiasi langkah yang diambil oleh pihak kepolisian.

Tindakan tersebut diharapkan dapat memberilan efek jera kepada masyarakat yang menggelar kegiatan dengan mendatangkan banyak orang.

"Saya sangat mendukung tindakan Pak Kapolresta. Dan untuk dasar hukum yang akan datang saya juga akan buat surat edaran kepada suluruh warga untuk tidak membuat kerumunan massa pada waktu kondangan hajatan. Kalau itu terjadi maka akan diperlakukan seperti itu," jelas Husein.

 Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan di Purwokerto, Semua Tamu Disemprot Disinfektan".

Ilustrasi pernikahan (batamnews.co.id/)

Pesta Pernikahan Berujung Petaka: Gara-gara Dua Orang, 37 Tamu Positif Terinfeksi Corona

Halaman
12


Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer