Kenapa Indonesia Awalnya Nol Kasus Virus Corona Kini Tiba-tiba Jadi Banyak? Ilmuan Ungkap Alasan Ini

Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona beri keterangan dalam jumpa pers, Senin (16/3/2020).YouTube KompasTV.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Semakin hari kasus virus corona di Indonesia bertambah banyak, padahal dulu tak ada, kenapa?

Hingga Jumat (20/3/2020), kasus virus corona di Indonesia tercatat sudah mencapai 369 kasus.

Dari kasus tersebut 17 pasien dinyatakan sembuh dan 32 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Kasus tersebut tersebar di 17 provinsi di Indonesia.

Kasus terbanyak terdapat di DKI Jakarta.

Banyak pertanyaan yang muncul, mengapa tiba-tiba Indonesia yang awalnya nol kasus virus corona kini bertambah menjadi banyak?

Baca: Lampaui China, Italia Jadi Negara dengan Total Kematian Akibat Virus Corona Terbanyak di Dunia

Baca: Update Corona di Indonesia, Kabar Baik, Pasien Covid-19 Sembuh Bertambah Satu, Kini Jadi 17 Orang

Sebuah wawancara Alessa Fahira dengan Dr.dr.C.Martin Rumende SpPD. KP Finasim, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Paru, Divisi Pulmonologi dan Penyakit Krisis, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI - RSCM yang dimuat di situs RSCM mengajak kita mengetahui dan mencegahnya.

Virus corona adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran napas bagian ataa, dan dapat menyebabkan komplikasi pneumonia serta bisa menyebabkan kematian.

Virus keluarga corona ini bermacam-macam jenisnya.

Pada 2002 menyebabkan SARS, Pada 2012 MERS dan pada 2019 menyebabkan pandemi Covid-19.

Gejalanya sangat bervariasi, dari ringan sampai berat.

Gejala ringan pilek, batuk, sakit tenggorokan, bisa atau tidak disertai demam.

Pada gejala yang berat, bisa timbul sesak napas akibat infeksi paru, dan pasien membutuhkan perawatan di ICU.

Para lansia Hong Kong dalam antrian untuk mendapatkan masker di Tai Wai, Hong Kong di tengah wabah virus corona. (tangkap layar foto Felix Wong via SCMP)

Bagaimanakah cara penularannya?

Bisa dengan kontak langsung.

Jadi virus bisa dikeluarkan pada saat pasien yang terinfeksi batuk atau bersin.Menempel di benda-benda, lalu orang lain memegang benda tersebut.

Yang kedua lewat percikan, bila orang batuk atau bersin, lalu ada orang di dekatnya dalam jarak 1 meter maka bisa terjangkit.

Yang 3 lewat airbone, virus dapat tertransimis dalam jarak lebih dari 1 meter akibat terbawa oleh udara. Misalnya pasien diberikan nebulizer, itu malah berisiko virusnya airbone. Tenaga kesehatan bisa kena.

Semua orang berisiko. Terutama orang-orang yang bepergian ke negara yang terjangkit.WHO sudah membuat daftar 31 negara terjangkit, termasuk Indonesia.

Baca: Disebut Paling Berpotensi Terkena Virus Corona, Begini Tips Agar Para Lansia Terhindar dari Covid-19

Baca: Lakukan Makan Malam Bersama, 4 Anggota Keluarga Terinfeksi Virus Corona & 3 Meninggal Dunia

Apabila ada orang yang baru pulang dari negara terjangkit, lalu dalam 2 minggu batuk-batuk, atau terkena infeksi saluran napas, patut diduga dia kena covid-19.

Halaman
12


Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: haerahr

Berita Populer