Pada 27 Desember 2019, Zhang Jixian, seorang dokter dari RS Pengobatan Terpadu China dan Barat China Provinsi Hubei memberi tahu otoritas kesehatan mengenai penyakit disebabkan oleh virus corona baru.
Waktu itu, lebih dari 180 orang telah terjangkit.
Meski pasien kasus 17 November 2019 ini sudah terindentifikasi, akan tetapi masih ada keraguan benarkan individu tersebut benar menjadi orang pertama yang terinfeksi.
Masih ada kemungkinan kasus yang lebih awal lagi untuk ditemukan.
Sementara itu para ahli di seluruh dunia tak berhenti untuk terus mempelajari virus SARS-CoV-2, menguji vaksin, serta memberikan perawatan agar pandemi global ini segera berakhir.
Baca: Cegah Penyebaran Virus Corona, 8 Negara Ini Langsung Berani Lockdown Wilayahnya, Indonesia Kapan?
5. Gejala Corona yang Diremehkan
Gejala awal virus corona yang patut diwaspadai, 2 persen meninggal di hari ke-10.
Edukasi kepada warga dunia mengenai virus ini terus digaungkan.
Terutama mengenai gejala yang sebaiknya diketahui sehingga setiap orang dapat membatasi dirinya dan tak menjadi pembawa virus yang baru.
Mengutip WHO, tanda-tanda mereka yang terinfeksi virus corona jenis baru yaitu seperti batuk, sesak napas, hingga mengalami kesulitan bernapas.
Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.
Business Insider mengabarkan, sebagian besar kasus Covid 19 tergolong ringan.
Baca: Panik dan Tak Tenang Hadapi Corona? Hati-hati Pengaruhi Imunitas Tubuh, Ini Penjelasan Dokter
Namun, sekitar 20 persen pasien mempunyai penyakit bawaan yang parah sehingga menyebabkan kondisi menjadi sangat kritis.
Sebuah studi yang diterapkan terhadap sekitar 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, mengidentifikasi pola khas gejala terkait Covid-19.
Sekitar 99 persen pasien mengalami demam dengan suhu tinggi, sedangkan lebih dari setengahnya mengalami batuk kering.
Adapun sepertiganya mengalami nyeri otot serta kesulitan bernapas.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian Penyakit China menunjukkan, sekitar 80 persen kasus virus corona ringan.
Sementara itu, 15 persen pasien menderita kasus yang parah, dan 5 persen menjadi sakit kritis.