Fakta-fakta Pasien Pertama Pembawa Virus Corona di Wuhan, Terjangkit Sejak November 2019

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bentuk Virus Corona di dalam tubuh manusia yang dilihat melalui mikroskop canggih

Pada 27 Desember 2019, Zhang Jixian, seorang dokter dari RS Pengobatan Terpadu China dan Barat China Provinsi Hubei memberi tahu otoritas kesehatan mengenai penyakit disebabkan oleh virus corona baru.

Waktu itu, lebih dari 180 orang telah terjangkit.

4. Statusnya Masih Diragukan

Meski pasien kasus 17 November 2019 ini sudah terindentifikasi, akan tetapi masih ada keraguan benarkan individu tersebut benar menjadi orang pertama yang terinfeksi.

Masih ada kemungkinan kasus yang lebih awal lagi untuk ditemukan.

Sementara itu para ahli di seluruh dunia tak berhenti untuk terus mempelajari virus SARS-CoV-2, menguji vaksin, serta memberikan perawatan agar pandemi global ini segera berakhir.

Baca: Cegah Penyebaran Virus Corona, 8 Negara Ini Langsung Berani Lockdown Wilayahnya, Indonesia Kapan?

5. Gejala Corona yang Diremehkan

Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat. YONHAP / AFP (YONHAP / AFP)

Gejala awal virus corona yang patut diwaspadai, 2 persen meninggal di hari ke-10.

Edukasi kepada warga dunia mengenai virus ini terus digaungkan.

Terutama mengenai gejala yang sebaiknya diketahui sehingga setiap orang dapat membatasi dirinya dan tak menjadi pembawa virus yang baru.

Mengutip WHO, tanda-tanda mereka yang terinfeksi virus corona jenis baru yaitu seperti batuk, sesak napas, hingga mengalami kesulitan bernapas.

Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Business Insider mengabarkan, sebagian besar kasus Covid 19 tergolong ringan.

Baca: Panik dan Tak Tenang Hadapi Corona? Hati-hati Pengaruhi Imunitas Tubuh, Ini Penjelasan Dokter

Namun, sekitar 20 persen pasien mempunyai penyakit bawaan yang parah sehingga menyebabkan kondisi menjadi sangat kritis.

Sebuah studi yang diterapkan terhadap sekitar 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, mengidentifikasi pola khas gejala terkait Covid-19.

Sekitar 99 persen pasien mengalami demam dengan suhu tinggi, sedangkan lebih dari setengahnya mengalami batuk kering.

Adapun sepertiganya mengalami nyeri otot serta kesulitan bernapas.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian Penyakit China menunjukkan, sekitar 80 persen kasus virus corona ringan.

Sementara itu, 15 persen pasien menderita kasus yang parah, dan 5 persen menjadi sakit kritis.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaa,TRIBUNMATARAM.COM/Salma Fenty)



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer