Studi Ungkap 86% Orang yang Terinfeksi Virus Corona Masih Berkeliaran dan Menulari Orang Sekitarnya

Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Turis turis yang memakai masker di Pusat Milan pada 28 Februari 2020, setelah COVID-19, menyebar ke Italia. Italia mendesak para wisatawan yang ketakutan oleh virus corona baru pada 28 Februari untuk tidak menjauh, tetapi upaya untuk meyakinkan dunia bahwa mereka mengelola wabah dengan baik dibayangi oleh peningkatan tajam dalam jumlah kasus. Sejauh ini Italia merupakan yang tertinggi di Eropa. Studi Ungkap 86% Orang yang Terinfeksi Virus Corona Masih Berkeliaran dan Menulari Orang Sekitarnya

Sebelumnya, wanita ini tidak menunjukkan adanya gejala pneumonia.

Akan tetapi setelah dia kembali ke China, wanita tersebut langsung jatuh sakit.

Begitu pula temannya yang bersama dia ketika di Jerman, awalnya juga tampak sehat.

Ternyata, temannya tersebut juga terjangkit virus ini dan harus diisolasi.

Baca: Beredar Rumor Ada Rumah Sakit yang Tolak Rawat Pasien Covid-19, Begini Tanggapan Pemerintah

Dari hasil tersebut para ahli menyimpulkan seseorang yang tidak menunjukkan gejala pneumonia bahkan dapat menularkan virus corona ke orang lain.

Pada Kamis (27/1/2020), WHO menyatakan virus corona sebagai darurat kesehatan global.

Kasus pertama virus corona ditemukan di Wuhan, China, tepatnya di pasar makanan laut dan ternak.

Namun, hewan yang menjadi sumber virus dan seberapa besar resiko orang terjangkit virus ini belum bisa dipastikan.

Virus corona mampu menyebar dari manusia ke manusia, tapi seberapa mudah virus ini menular belum diketahui.

 

(TribunnewsWiki.com/Ekarista/Ika W)



Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer