Ketika seseorang mengalami stres, maka otak akan memproduksi katekolamin yang berefek pada peningkatan tekanan darah, percepatan laju nafas, dan sebagainya.
Sehingga menurut dr Gina, stres yang terjadi berkepanjangan akan membuat katekolamin menekan sistem imun.
Ini menyebabkan risiko terkena infeksi virus maupun kuman akan meningkat karena imun yang lemah.
"Konsep ini perlu kita yakini dulu baru kita bisa bersepakat bahwa pikiran kita memengaruhi kerja otak dan tubuh secara keseluruhan," kata dia.
"Segala pikiran yang timbul dalam kepala kita berkaitan dengan neurotransmitter zat kimia di otak tertentu.
Ketika kita berpikir positif, maka otak akan merilis serotonin dalam jumlah yang banyak dan menurunkan produksi kortisol atau ‘hormon stres’.
Ketika serotonin beredar dalam jumlah yang cukup, maka seseorang akan lebih rileks, fokus, dan tenang," papar dia.
"Dalam keadaan demikian, denyut jantung dan pernafasan akan berlangsung teratur dan aliran darah lancar, begitu juga produksi sistem imun akan berlangsung baik," pungkasnya.
Saat merasakan gejala seperti berkeringat, sulit bernapas, mulut kering, jangan langsung memberi kesimpulan bahwa hal tersebut adalah gejala virus corona.
Pasalnya, kamu bisa saja yang kamu alami adalah serangan panik (panic attack).
Munculnya kepanikan di tengah wabah virus corona merupakan sebuah hal wajar yang bisa saja terjadi.
Hal itu lantaran kita semua berada pada masa penuh dengan infomasi tentang hal-hal yang terjadi dan akan terjadi selanjutnya.
Kita barangkali dengan mudah mengenali rasa kekhawatiran kita akan virus corona.
Meski demikian, belum tentu kita bisa dengan mudah mengidentifikasi tanda-tanda fisik dari serangan panik, yang sayangnya, memang mirip dengan gejala virus corona.
Baca: Bantu Afrika Atasi Virus Corona, Jack Ma Sumbang Jutaan Masker, Alat Tes, hingga APD
Baca: Pasien Corona Meningkat, Wishnutama Imbau Masyarakat Tetap di Rumah demi Cegah Penyebaran Covid-19
Ini bisa menjadi sebuah siklus.
Saat kita takut pada virus corona, tubuh akan memprosesnya dan mengeluarkan gejala mirip virus corona, yang nanti akan kamu simpulkan sebagai gejala virus corona.
Kondisi ini akan memicu gejala kepanikan yang lebih parah, dan begitu seterusnya.
Beberapa gejala awal virus corona antara lain demam, batuk kering, sulit bernapas, dan sakit tenggorokan.
Sementara gejala serangan panik menurut National Health Service (NHS), dikutip dari Kompas.com :