Harapan Baru, China Klaim Obat Flu Jepang Avigan Efektif Atasi Corona, Terbukti Lewat Uji Klinis

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi obat.

Para ilmuwan menemukan bagian RBD dari spike protein SARS-CoV-2 telah berevolusi agar secara efektif menargetkan fitur molekuler di bagian luar sel manusia yang disebut ACE2, sebuah reseptor yang berperan penting dalam pengaturan tekanan darah.

Spike protein SARS-CoV-2 sangat efektif dalam mengikat sel-sel manusia, bahkan para ilmuwan menyimpulkan itu adalah hasil seleksi alam dan bukan produk rekayasa genetika.

Bukti evolusi alami ini didukung oleh data penting dari SARS-CoV-2, yakni struktur molekul keseluruhan.

Jika, seseorang berusaha merekayasa virus corona baru sebagai patogen, maka mereka akan membuat dari backbone virus yang dikethui menyebabkan penyakit.

Akan tetapi, para ilmuwan menemukan backbone dari SARS-CoV-2 berbeda secara substansial dengan yang ada pada virus corona saat ini dan kebanyakan menyerupai virus yang ditemukan pada kelelawar dan trenggiling.

"Kedua fitur virus ini, bermutasi pada RBD dari spike protein dan backbone virus yang berbeda.

Hal ini mengesampingkan rekayasa laboratorium sebagai potensi asal SARS-CoV-2," jelas Andersen.

Josie Golding, PhD, yang memimpin epidemi di Wellcome Trust yang berbasis di Inggris mengatakan temuan Andersen dan tim penelitinya, sangat penting untuk memberi pandangan berbasis bukti untuk menyangkal rumor tentang asal-usul virus yang menyebabkan Covid-19.

"Mereka menyimpulkan virus adalah produk evolusi alami.

Ini mengakhiri spekulasi tentang rekayasa genetika yang disengaja," sambung Golding.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo/Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas)



Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer