Di sisi lain, Asahi Shimbun mengutip pemberitaan dari Seoul, melaporkan pada Rabu Kim Jong Un mulai merasa terancam dengan adanya virus corona.
"Pyongyang memiliki populasi tertinggi dan juga kerap didatangi turis asing, jadi sepertinya Kim Jong Un sedang menghindari ibu kota," ucapnya.
Hingga berita ini diunggah, Korea Utara belum mengkonfirmasi adanya kasus Covid-19.
Namun Korea Utara diyakini telah mengambil langkah pencegahan yang ketat sejak akhir Januari.
Misalnya menutup perbatasan Korea Utara-China, bahkan mengeluarkan kebijakan ekstrem akan menembaki siapapun yang mendekat garis perbatasan.
Tak hanya itu Korea Utara juga melakukan karantina bagi siapapun yang berasal maupun kembali dari negara lain ke Korea Utara.
Meski demikian, banyak pihak yang menduka virus corona telah sampai ke Korea Utara jauh sebelum kebijakan tersebut muncul.
Beberapa pihak mengatakan tingkat kewaspadaan yang tinggi tersebut bisa jadi menunjukkan bahwa di Korea Utara sudah terdapat banyak orang yang terinfeksi virus corona.
Korea Utara bakal tembak mati warga China yang langgar perbatasan
Wabah virus corona atau yang memiliki nama ilmiah SARS-CoV-2 menjadi ancaman darurat kesehatan global.
Status tersebut dideklarasikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, Jumat (31/1/2020).
Hingga Jumat (13/3/2020), 113 negara termasuk Indonesia terdaftar memiliki warga yang terjangkit Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.
Rupanya, Korea Utara juga tak luput dari kepanikan global terhadap wabah virus corona.
Sebelumnya diberitakan DailyMail dari surat kabar Dong-a Ilbo, Kamis (13/2/2020) negara yang dipimpin oleh Supreme Leader Kim Jong Un tersebut telah menembak mati seorang perjabat publik.
Hal tersebut dilakukan karena sang pegawai di bidang perdagangan Korea Utara itu diduga terinfeksi virus corona setelah melakukan perjalanan dari China.
Setelah sebelumnya menciptakan kontroversi karena menembak mati pejabatnya karena virus corona, Korea Utara kini tak ragu mengeluarkan kebijakan tegas terkait wabah Covid-19.
Dikutip dari Telegraph.co.uk, pemerintah China telah memberi peringatan kepada warga negaranya untuk tidak terlalu dekat dengan perbatasan kedua negara sekutu tersebut.
Terutama bagi masyarakat Jian dan Baishan yang berlokasi di wilayah perbatasan sebelah timur laut China-Korea Utara.
Di wilayah perbatasan tersebut terdapat sungai Yula yang ketika musim dingin tiba kerap digunakan warga Korea Utara 'kabur'.