34 Orang Positif Tertular Corona, 4 Pasien Covid-19 di Indonesia Dinyatakan Sembuh: Tetap Dipantau

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi wabah Covid-19. 4 dari 34 kasus terinfeksi virus corona di Indonesia dinyatakan sembuh atau negatif SARS-Cov-2. Meski demikian kondisi mereka masih terus dipantau.

Pasien merupakan laki-laki berkebangsaan Indonesia berusia 40 tahun. 

  • Kasus 22

Pasien merupakan seorang perempuan berusia 36 tahun. Ia adalah seorang WNI.

  • Kasus 23

Pasien merupakan seorang perempuan berusia 73 tahun dengan kondisi menggunakan ventilator karena faktor komorbid cukup banyak, kondisi stabil.

  • Kasus 24

Pasien merupakan seorang laki-laki berusia 46 tahun dan merupakan warga negara Indonesia.

  • Kasus 25

Pasien merupakan seorang perempuan berusia 53 tahun dan merupakan warga negara asing.

  • Kasus 26

Pasien merupakan seorang laki-laki berusia 46 tahun dan merupakan warga negara asing. 

  • Kasus 28

Pasien merupakan laki-laki berusia 37 tahun. Kondisinya saat ini adalah sakit ringan sedang.

  • Kasus 29

Pasien merupakan laki-laki berusia 51 tahun dengan kondisi nampak sakit sedang dan tidak mengalami sesak.

  • Kasus 30

Pasien merupakan laki-laki berusia 84 tahun dengan kondisi nampak sakit sedang.

  • Kasus 31

Pasien merupakan perempuan berusia 48 tahun dengan kondisi nampak sakit ringan sedang.

  • Kasus 32

Pasien merupakan laki-laki berusia 45 tahun dengan kondisi sakit ringan sedang.

  • Kasus 33

Pasien merupakan laki-laki berusia 29 tahun dengan kondisi nampak sakit ringan sedang. 

  • Kasus 34

Pasien merupakan laki-laki berusia 42 tahun dengan kondisi nampak sakit ringan sedang.

Baca: Tidak Hanya MotoGP Thailand, Seri Argentina Juga Terpaksa Ditunda karena Wabah Corona yang Meluas

Baca: Coronavirus Ditetapkan Sebagai Pandemi Global oleh WHO, Apa Artinya?

Baca: Kondisi Darurat, Vaksin Corona Siap Diuji Klinis April Mendatang: Tak Perlu Tunggu 12-18 Bulan Lagi

(TRIBUNNEWSWKI/Magi, KOMPAS/Rindi Nuris Velarosdela/Vina Fadhrotul Mukaromah)



Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer