Ritual dilakukan dengan mengharuskan mereka meonton sebuah video di website paranormal.
Keempat sahabat ini adalah Wren (Joey King), Hallie (Julia Goldani Telles), Chloe (Jaz Sinclair), dan Katie (Annalise Basso).
Seminggu setelah mereka nonton video itu, Katie menghilang.
Membuat panik Wren, Hallie, dan Chloe. Mereka pun mulai merasa aneh karena mulai diganggu mahluk yang memancarkan supranatural yang kuat.
Diceritakan di sini kalau Slender Man punya kekuatan hipnotis yang kuat. Dia bisa membuat korbannya melihat apa yang dia mau mereka lihat, dan merekayasa realitas.
Sebagian besar teror dalam film selalu dimulai dengan para tokoh yang mengalami imajinasi.
Mereka dihantui sama berbagai gambar menakutkan yang berujung sama halusinasi dan bikin mereka nggak bisa membedakan mana realitas dan mana yang ditanam sama Slender Man.
Baca: Terinspirasi Film, Siswi SMP Bunuh Bocah 6 Tahun, Polisi: Rencana Sudah Tergambar di Buku Catatan
Slender Man muncul dari video-video website dan gawai-gawai para karakter.
Slender Man hampir selalu muncul diawali dengan gangguan statis di laptop, video, atau ponsel.
Ia juga muncul lewat panggilan video ke ponsel calon korban.
Intinya Slender Man berkisah tentang sebuah kekuatan supranatural yang luar biasa kuat dan tidak bisa dibunuh.
Dlam film ini tidak dijelaskan tentang siapa sebenarnya Slender Man, awalnya dari mana, kenapa dia muncul dan apa tujuannya mengambil anak-anak.
Penonton cuma tahu kalau Slender Man itu adalah sebentuk kekuatan "bioelectric".
Tidak ada backstory yang kuat soal Slender Man dan kenapa kita harus takut sama dia.
Baca: FILM - Slender Man (2018)
Boneka Chucky adalah tokoh dari film horor berjudul Child’s Play yang sukses sejak tahun 1988 dan kembali dibuatkan filmnya di era milenial.
Ada perbedaan cerita antara Child's Play tahun 1988 dan yang kembali diremake 2019 judul film yang sama.
Chucky di tahun 1988 digambarkan sebagai boneka yang mempunyai kekuatan voodoo dan memiliki jiwa seorang pembunuh berantai.
Meski begitu, Chucky juga sangat bergantung kepada orang-orang yang ingin memilikinya.
Sebagian besar pembunuhan di film Child’s Play terjadi karena si tokoh utama tidak keberatan mengambil boneka yang dari wajahnya saja sudah sangat menyeramkan itu.
Baca: FILM - Childs Play 2 (1990)