Jumlah korban meninggal akibat virus corona ini sejalan dengan jumlah pasien yang sembuh yang mencapai 53.457 pasien.
Kabar terbaru ini menambah angka jumlah pasien terinfeksi yang total mencapai 97.381 kasus.
Laporan per hari dari Komisi Kesehatan Nasional China, dilansir SCMP, Jumat (6/3/2020) merupakan data terbaru perihal penyebaran virus corona yang telah menyebar ke lebih dari 76 negara.
Hingga saat ini, para ilmuwan masih belum dapat menentukan inang perantara virus corona yang meningkatkan risiko kekambuhan.
Baca: Potong Rambut Jarak Jauh: Cara Kreatif Penata Rambut di China Antisipasi Penyebaran Virus Corona
Sebanyak enam negara telah berhasil menyembuhkan warganya dari infeksi virus corona.
Mereka adalah China, Korea Selatan, Italia, Iran, Vietnam, dan Amerika Serikat (AS).
Masing-masing negara itu memiliki strategi masing-masing untuk menyembuhkan warganya dari infeksi virus corona.
Namun, ada satu hal yang terus menjadi pertanyaan publik.
Sampai kapan kondisi wabah virus corona ini akan berakhir?
Seperti halnya virus sebelumnya, virus corona pasti akan berlalu layaknya virus flu burung, SARS, dan MERS.
Baca: Sejak Dibuka, RSPI Sulianti Saroso Terima 500 Orang Periksa & Isolasi 9 Pasien Virus Corona
Seorang ahli dari China mengungkap dua kemungkinan bagaimana kasus virus corona akan berakhir.
Untuk diketahui virus corona kini sudah menjangkit 73 negara, termasuk Indonesia.
Sementara jumlah kasus yang tercatat kurang lebih 90.872 kasus.
Di Indonesia sendiri dua WNI dinyatakan positif virus corona.
Terkait semakin meluasnya penyebaran virus corona, baik pihak pemerintah maupun para ahli menghimbau warga untuk tidak panik.
Berikut penjelasan lengkap terkait kapan virus corona akan berakhir.
Termasuk alasan mengapa manusia tak perlu khawatir menurut para ahli.
Sampai saat ini, para ilmuwan masih belum dapat menentukan inang perantara virus corona yang meningkatkan risiko kekambuhan.