Seorang pengguna twitter bernama @JMNSDCK pun menuliskan kekesalahannya terhadap twitter yang tidak pernah memberi respon terdapat fitur 'editing tweet'.
Sejak pertama diluncurkan hingga kini, Twitter memang tidak pernah memberikan respon terhadap fitur edit.
Pengguna twitter yang salah ketik atau melakukan typo harus menghapus tweetnya dan mengulang dari awal.
Baca: Layanan Instagram dan WhatsApp Tumbang, Facebook Minta Maaf Lewat Twitter
CEO Twitter mengungkapkan kenapa tidak ada fitur edit di Twiiter dalam sebuah wawancara bersama Wired.
"Kami memulai (layanan ini) sebagai SMS, layanan pesan text, dan ketika Anda mengirim text, Anda tidak dapat menariknya kembali, Kami ingin mempertahankan itu," ungkapnya.
Jack Dorsey, CEO Twitter, juga menambahkan kehadiran fitur edit di Twitter tidak sepadan dengan ancaman yang hadir.
Ia mengkhawatirkan jika nantinya fitur ini bisa digunakan untuk mengedit konten yang bersifat memberikan informasi yang menyesatkan.
Sampai saat ini, tagar #RIPTwitter masih menjadi trending topik di Twitter di urutan ke tiga dengan jumlah tweet lebih dari 136 ribu.