Akhirnya sang ibu yang sudah terdakwa ini masuk ke rumah dan berkata, "Kamu sebaiknya lari" (memanggil anaknya).
"Kemudian ada insiden (dalam rekaman) yang berlangsung sekitar 18 menit di mana terdakwa berulang kali menyerang putrinya, meneriaki, melemparkan barang-barang kepadanya termasuk bingkai foto, perhiasan, menjambak rambutnya, meninjunya 7 kali, menendangnya dan memukul kaki-betis dan mendorongnya ke dinding.
"Terdakwa memiliki sepatu hak tinggi yang digunakan untuk menggarut kaki putrinya. Ia juga mencekik leher anaknya dan anak tersebut berjuang untuk bernafas, sementara terdakwa berteriak, "rasakan terus sakitnya, kau anak bodoh"
"Terdapat banyak teriakan dalam rekaman dan adik perempuannya terlihat beberapa kali menyaksikan penyerangan tersebut"
"(Serangan) itu berakhir ketika ada teman terdakwa datang. Sementara ibunya terganggu, sang anak mengambil kesempatan itu untuk keluar dari rumah. Terdakwa kemudian mengunci pintu rumahnya, meski anaknya keluar hanya mengenakan piyama dan tanpa alas kaki.
"Dia (sang anak) pergi ke sudut jalan dan dibantu oleh seorang pejalan kaki yang (kemudian) menelepon polisi yang datang dan segera menangkap terdakwa"
Dalam pembelaannya di pengadilan, melalui pengacara David Morton menyebut "Hukuman terbesar yang bisa ia dapatkan adalah saat anak-anaknya diambil darinya"
Kendati saat menyerang anaknya, ia berada di bawah pengaruh alkohol, namun menurut catatan pemakaian alkohol, perempuan ini tercatat jarang mengonsumsi alkohol.
Namun menurut pengacara, perempuan tersebut bukanlah peminum biasa.
Saat ia minum, ia tak tahu kapan harus berhenti.
"Dia sangat menyesali perbuatannya," kata Pengacara
Akibat penyerangan ini, gadis itu menderita memar, pendarahan, dan benjolan di bagian belakang kepalanya ditambah pendarahan dari hidung dan mulutnya.
Terdapat juga bekas luka di lengan dan kakinya, serta tanda merah di lehernya.
Melalui hakim pengadilan, Sophie McKone memberitahu sang ibu: "Anda membuat anak perempuanmu mengalami pelecehan fisik dan emosional, dan Anda benar-benar mengatakan kata-kata kasar padanya"
"Anda mempermalukan, menyerang, dan meninggalkannya, dan puncaknya pada awal Januari, Anda menyerangnya"
"Semua orang dengan akal sehat yang melihat rekaman tersebut akan menyimpulkan bahwa perilaku Anda terhadapnya adalah bentuk kekerasan kejam.
"Ia (anakmu) tentu punya ingatan di masa depan atas apa yang terjadi padanya dan dia juga (mengingat) pernah kabur dari Anda" kata Hakim.