Jumlah korban meninggal akibat virus corona ini sejalan dengan jumlah pasien yang sembuh yang mencapai 47.711 pasien
Kabar terbaru ini menambah angka jumlah pasien terinfeksi yang total mencapai 90.379 kasus.
Laporan per hari dari Komisi Kesehatan Nasional China, dilansir SCMP, Selasa (3/3/2020) merupakan data terbaru perihal penyebaran virus corona yang telah menyebar ke lebih dari 33 negara.
Hingga saat ini, para ilmuwan masih belum dapat menentukan inang perantara virus corona yang meningkatkan risiko kekambuhan.
Baca: Berikut Daftar 100 Rumah Sakit Rujukan Penanganan Kasus Corona di 32 Provinsi di Indonesia
Dilaporkan South China Morning Post, para pakar kesehatan telah menyoroti tantangan epidemic virus corona, dengan peringatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai risiko wabah virus corona yang dapat muncul kembali.
Meskipun WHO telah meningkatkan status risiko pada level tertinggi, penyebaran virus corona semakin meluas ke negara-negara di dunia.
“Wabah Virus Corona telah mencapai 'titik yang menentukan' dan memiliki 'potensi pandemi'," kata Kepala Organisasi Kesehatan Dunia Dr Tedros Ghebreyesus.
Baca: MotoGP Qatar 2020 Resmi Dibatalkan karena Virus Corona, Valentino Rossi: Sangat Sulit Diterima
Dalam sebuah studi bersama yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, para peneliti dari China daratan dan Hong Kong meninjau kasus 1.099 pasien coronavirus dari 552 rumah sakit di 30 provinsi.
Penelitian itu ditulis bersama oleh puluhan ahli medis, termasuk Direktur Laboratorium Kunci Negara China untuk Penyakit Pernapasan Zhong Nanshan dan pakar pengobatan pernapasan Universitas China Hong Kong Profesor David Hui Shu-cheong.
Mereka menemukan bahwa lebih dari separuh pasien tidak mengalami demam ketika mereka pergi ke rumah sakit yang menjadikan proses diagnosis lebih sulit.
Tetapi 88,7 persen dari mereka memang mengembangkan satu setelah masuk.
"Beberapa pasien dengan Covid-19 tidak mengalami demam atau kelainan radiologis pada presentasi awal yang telah memperumit diagnosis," bunyi studi tersebut.
Baca: Indonesia Laporkan Kasus Virus Corona Pertama, Harga Masker N95 Mencapai Rp 1,1 Juta per Boks
Indonesia pada Senin (2/3/2020) telah mengonfirmasi kasus virus corona pertama di negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia ini.
Masuknya virus yang juga dikenal sebagai Covid-19 ini telah meningkatkan kekhawatiran masyarakat.
Meningkatnya kekhawatiran masyarakat akan penyebaran virus corona ini kemudian meningkatkan jumlah permintaan masyarakat akan masker dan hand sanitizer.
Hal ini pun mengakibatkan melambungnya harga masker, salah satunya terjadi di LTC Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, pada Senin (2/3/2020).
Dikutip dari Kompas.com, menurut Asong, salah satu penjual masker di Glodok mengatakan dirinya harus menjual masker dengan harga tinggi lantaran masker yang diperolehnya dari distributor harganya sudah tinggi.
Baca: Inilah Bedanya Gejala Virus Corona dan Flu Biasa, Mirip Namun Ada Perbedaan Khusus