Virus corona atau yang dikenal sebagai Covid-19 kini telah menyerang puluhan negara di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Dikutip dari Daily Mail pada Selasa (3/3/2020), para ilmuwan di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan sedang menguji dampak vitamin C dosis tinggi kepada 120 pasien positif virus corona.
Baca: Penanganan Pemerintah di Kediaman 2 Pasien Virus Corona, Disterilkan Hingga Semprot Disinfektan
Baca: 2 WNI Positif Terjangkit Corona, Apakah Perawatannya Ditanggung BPJS ?
Mereka memberikan infus 24 gram vitamin C setiap hari selama tujuh hari.
Namun hasilnya belum dipublikasikan.
Dosis yang digunakan China adalah sekitar 60 kali lebih banyak dari jumlah harian yang direkomendasikan NHS.
Serta 24 kali jumlah yang dianjurkan untuk penyakit pilek.
National Institutes of Health (NIH) merekomendasikan orang dewasa yang sehat mengkonsumsi 40mg vitamin setiap hari.
Baca: Viral Twitter Penjual Tawarkan Masker 325 Ribu Per Box, Panen Kritikan Netizen
Baca: 2 Orang yang Tinggal dengan 2 WNI Terjangkit Corona Dinyatakan Negatif, Berikut Penjelasan Kemenkes
"Kita semua secara genetik kekurangan karena kita tidak secara alami menyediakan vitamin C yang kita butuhkan," kata Dr Thomas Levy, ahli jantung AS dan penulis Primal Panacea, sebuah buku baru tentang penggunaan vitamin C, seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (3/3/2020).
Dalam tes, vitamin C telah bekerja melawan setiap virus - jika diberikan dalam konsentrasi yang cukup, kata Dr Levy.
Dr Mike Skinner, seorang ahli virus di Imperial College London, mengatakan kita tidak akan tahu nilai vitamin C terhadap coronavirus untuk beberapa waktu.
Baca: Update Terbaru Virus Corona - 3 Maret 2020: Total 48.002 Pasien Sembuh, 3114 Orang Meninggal
Baca: Berikut Daftar 100 Rumah Sakit Rujukan Penanganan Kasus Corona di 32 Provinsi di Indonesia
Ia juga mengatakan dosis yang diuji adalah 'masif'.
"Mereka sedang melakukan uji coba," kata Dr Skinner.
"Mari kita lihat apakah ada manfaatnya,” lanjutnya.
Hilang Ingatan
Bisakah kekurangan vitamin C juga menjadi faktor dalam kesehatan otak?
Peneliti dari University of Copenhagen menemukan bahwa vitamin C bisa menjadi faktor kunci dalam pencegahan penurunan kognitif yang disebabkan oleh penuaan dan gangguan seperti demensia.
Ulasan mereka, yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada tahun 2014, melaporkan efek langsung dari kekurangan vitamin C pada fungsi otak sepanjang hidup kita.
Mulai dari perkembangan di dalam rahim hingga pertumbuhan kembali setelah cedera otak traumatis seperti stroke.
Baca: MotoGP Qatar 2020 Resmi Dibatalkan karena Virus Corona, Valentino Rossi: Sangat Sulit Diterima
Baca: Indonesia Laporkan Kasus Virus Corona Pertama, Harga Masker N95 Mencapai Rp 1,1 Juta per Boks
Dalam studi lain yang melibatkan 80 orang dewasa yang sehat, para peneliti di Australia menemukan bahwa suplemen vitamin C dapat meningkatkan kinerja pada tugas-tugas yang melibatkan perhatian, memori yang bekerja, dan kecepatan pengambilan keputusan.