Ini adalah hari terburuk dalam hidup saya.
Hasil laporan mengatakan bahwa situasi dapat memburuk dengan cepat pada tahap pertengahan.
Namun, di sore hari demamnya menghilang.
Saya merasa seperti sudah ke neraka dan kembali lagi.
Baca: Restoran Paloma Pastikan 3 Karyawan yang Berinteraksi dengan WNI Positif Corona Terbebas dari Virus
Baca: Mitos Virus Corona yang Tak Perlu Dipercaya, Soal Paket dari China Tak Aman hingga Kematian
Pada saat penyakit saya memburuk, saya mencari cara untuk mengembalikan semangat.
Saat itu saya menonton film anime favorit dan sebenarnya saya berencana ke Jepang pada pertengahan Februari untuk nonton konser penyanyi dan artist anime Ayaka Ohashi.
Menonton tayangan anime itu sangat membuat saya bersemangat untuk sembuh karena saya ingin kelak bisa menonton konsernya lagi.
Sekitar tanggal 28 saya dicek lagi dan kondisi kedua paru saya membaik.
Kakak laki-laki saya mulai mengalami demam dan batuk tanggal 29 Januari.
Hasil tesnya menunjukkan ada bintik bayangan di parunya.
Ia juga dicurigai terinfeksi corona.
Pada hari yang sama, nenek saya juga demam.
Sementara itu saat saya dites hasilnya saya positif terinfeksi corona.
Rumah sakti memberikan saya obat anti-HIV selama lima hari, sedangkan keluarga saya juga mulai minum obat resep.
Karena kondisi saya membaik dan keterbatasan tempat di rumah sakit saya diperbolehkan pulang tapi harus mengisolasi diri.
Saya juga tidak diinfus lagi.
Kakak saya juga positif terinfeksi.
Baca: Agar Tak Salah Kaprah, Ini 11 Mitos Virus Corona yang Wajib Diketahui, Soal Masker hingga Peliharaan
Nenek mengalami demam tapi empat hari kemudian pulih.
Ia tidak pernah dites, demikian juga ibu saya, tapi mereka minum obat.