Kontak Langsung 2 Pasien Virus Corona, 73 Warga Depok Dalam Pantauan, Mayoritas Perawat

Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung ikut serta dalam latihan dalam menangani pasien Covid-19, di Rumah Sakit Sanglah di Denpasar, Bali, pada 12 Februari 2020.

"Kami buat menggunakan call center 112 yang ada di kota Depok jadi untuk hotline covid-19 melalui call center," tutup Hardiono.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan terdapat dua orang Indonesia yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Dua orang tersebut tertular dari warga negara Jepang yang berkunjung ke rumah mereka di Depok.

Warga Jepang itu baru terdeteksi positif corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.

Baca: Wasiat Rasulullah SAW saat Menghadapi Wabah Penyakit Seperti Virus Corona: Lebih Mendekat pada Allah

Baca: Viral Mpon-mpon Disebut Bisa Tangkal Virus Corona, Begini Penjelasan Ahli Kesehatan

Diberitakan oleh Kompas.com, warga Jepang tersebut terdeteksi terjangkit virus corona setalah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.

Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun melakukan penelusuran.

Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, Kemenkes pun memastikan dua warga Depok ibu (64) dan puterinya (31) positif virus Corona.

Hal ini menandai kasus virus corona pertama yang dikonfirmasi di Indonesia.

Terkait hal ini, Terawan mengimbau masyarakat agar tidak paranoid dalam menghadapi kasus virus corona.

Menurutnya, paranoid justru akan menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga lebih gampang terserang penyakit.

Seorang pekerja dari dinas kebersihan dan desinfeksi menyemprotkan desinfektan di kereta sebagai bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran virus baru yang berasal dari kota Wuhan di Cina di stasiun kereta api Suseo di Seoul pada 24 Januari 2020. Korea Selatan pada 24 Januari mengkonfirmasi kasus kedua dari virus seperti SARS yang telah menewaskan sedikitnya 26 di Cina, karena kekhawatiran meningkat tentang wabah yang lebih luas. Hong Yoon-gi / AFP (Hong Yoon-gi / AFP)

"Imunitas akan turun jika kekhawatiran berlebihan yang tidak pada tempatnya. Itu membuat imunologis kita turun, psikoneuro imunologis," kata Terawan di RS Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (2/3/2020), seusai menengok dua pasien positif Corona.

Terawan menambahkan, jika imunitas warga Indonesia menurun, tanpa sadar akan membuat ketahanan kesehatan nasional menurun.

Terawan menegaskan, tidak semua orang yang kontak langsung dengan pasien positif Corona akan tertular.

"Tidak semua yang kontak akan sakit. Yang sakit yang imunitas tubuhnya rendah. Itu yang harus menjadi prinsip," ujar Terawan.

Ia lantas mengimbau kepada warga untuk lebih fokus meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari penyakit Corona.

Baca: Benarkah Penularan Corona Terjadi dalam Sekali Kontak langsung? Ini Penjelasannya

Baca: Asal Muasal 2 Warga Indonesia Positif Corona, Tertular Gara-gara Dansa, Kemudian Batuk-batuk

(TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma)(Kompas.com/Vitorio Mantalean)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Al Farid)



Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer