Update Krisis Corona di Italia, Satu Pesepak Bola Klub Serie C Positif Tertular

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pertandingan Liga Italia, Juventus vs Inter Milan.

Italia keras kepala terhadap imbauan WHO

Persebaran virus corona atau Covid-19 terus meluas di beberapa negara, salah satunya di Italia.

Walaupun Prancis adalah negara Eropa pertama yang mengonfirmasi adanya kasus corona sebelum Italia.

Dilansir dari SCMP, Italia menjadi negara Uni Eropa pertama yang keras kepala hingga mengabaikan saran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait larangan penerbangan menuju dan/atau dari China.

Italia tetap membuka akses untuk para turis China yang datang.

Tidak hanya itu, penerbangan menuju China pun masih dibuka lebar oleh pemerintah Italia.

Akibatnya, dilaporkan terdapat 11 warga meninggal akibat terinfeksi virus corona.

Sekretaris Kesehatan Inggris, Matt Hancock mengatakan ia mendapat pertanyaan dari beberapa warga soal larangan penerbangan menuju/ke China.

Baca: Update Terbaru Virus Corona hingga 28 Februari: 2.811 Orang Meninggal, 32.765 Pasien Sembuh

Baca: Setelah Liga Italia, Kini Virus Corona Ancam Keberlangsungan Liga Spanyol

Pemerintah Italia tidak mengindahkan larangan WHO terkait Virus Corona yang berakibat kematian 11 warga Italia dan pembatasan penerbangan menuju Italia (Kompas.com)

"Orang Italia tetap menerapkan penerbangan menuju atau ke China, dan saat ini mereka terinfeksi wabah terbesar di Eropa," ujar Matt kepada SCMP, Selasa (25/2/2020).

Pusat penyebaran virus corona itu berada di pusat industri dan keuangan di Italia bagian utara.

Walaupun sumber penularan virus itu belum dikonfirmasi, namun sudah tercatat lebih dari 325 kasus dengan 11 kematian yang menimpa warga Italia.

Sementara itu, seorang dewan lokal di Kota Prato, Tuscan, Italia, Marco Wong menyampaikan bahwa tindakan pemblokiran penerbangan adalah keputusan yang tidak bijaksana.

Karena jika pemerintah masih membuka penerbangan menuju/dari China, maka mereka juga kehilangan kemampuan melacak orang-orang yang kembali dari China.

Diketahui, Prato merupakan kota yang memiliki industri tekstil yang besar yang mampu menarik pendatan/turis dari China.

Saat itu belum terkonfirmasi adanya penyebaran virus corona di kota itu.

Namun, pemerintah Italia mengabaikan saran dari WHO untuk menutup akses dengan China karena merasa tidak adil ketika melakukan pembatasan perjalanan.

Jalanan di Kota Codogno, Italia tampak lengang. Setelah 2 orang di Italia meninggal dunia akibat virus corona, pemerintah lokal memberlakukan pengisolasian wilayah-wilayah yang terdampak (Miguel MEDINA / AFP)

Tetapi keputusan itu akhirnya menjadi bumerang bagi mereka sendiri yang mengakibatkan ratusan warganya terjangkit virus Covid-19.

Bahkan, penumpang Italia di pesawat yang tiba di Roma di Mauritius pada Senin (24/2/2020), diminta kembali ke Italia atau penumpang itu harus melakukan karantina selama dua minggu.

Italia juga menjadi negara yang dibatasi penerbangannya oleh beberapa negara Eropa lain seperti Bosnia, Kroasia, Serbia, Irlandia, dan Makedonia.

Bahkan, Israel pun juga ikut membatasi penerbangan dari/menuju Italia.

Dilansir dari Kompas.com, Ibu Kota Rusia, Moskow telah memberlakukan larangan total terikat interaksi dengan China.

Berdasarkan laporan terkini, virus corona telah menewaskan sebanyak 2.715 orang dan telah menginfeksi lebih dari 78.064 orang di seluruh dunia.

(Tribunnewswiki.com/Bolasport.com/Haris/Beri B)



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer