Soal Banjir Jakarta, Sekda DKI: 'Dinikmati Saja, Tubuh Kita Dua Pertiga Persen Air'

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah berujar agar kondisi banjir di Jakarta dinikmati saja.(Kolase TribunnewsWiki/Kompas.com)

Pemprov DKI tidak pernah menetapkan status darurat banjir di Jakarta.

"Yang perlu diingat, kami tidak pernah menetapkan keadaan darurat. Artinya apa?

Kami bisa mengelola dan manajemen barokah yang dikeluarkan melalui hujan ini kami manage dengan baik, enggak perlu keadaan darurat, semua kami kerjakan," ujar dia.

Nasib warga Jakarta

Berbeda dengan pernyataan Sekretaris Daerah DKI Jakarta.

Nyatanya banjir bukanlah sebuah kenikmatan.

Bagi banyak warga Jakarta yang terdampak banjir, banjir telah menghabiskan harta benda  mereka,

Balum lagi dampak banjir setelahnya.

Misalnya, tak bisa bekerja karena akses terputus, tak bisa bekerja karena warung mereka terendam, harus izin karena harus membereskan rumah berkali-kali.

Baca: Banjir Jakarta Landa Pemukiman Kemang, Ketinggian Air 1,6 M Buat Warga Harus Mengungsi di Mushala

Baca: Underpass Senen Terendam Banjir 2 Meter, Belum Ada Pompa, Warga: Sebelumnya Mana Pernah

Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar sudah terendam banjir sedalam lebih kurang 3 meter sejak dini hari, Jakarta, Selasa (25/2/2020).(KOMPAS.com/NABILLA RAMADHIAN)

Contoh nyatanya coba temui Ani, seorang warga di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Kawasan rumahnya selalu menjadi langganan banjir.

Ani bercerita sudah tujuh kali dilanda banjir sampai membuatnya lelah secara batin.

Baca: DKI Jakarta Kembali Banjir, 326 Gardu Listrik Ibu Kota dan Bekasi Dipadamkan, Berikut Daftarnya

Baca: Tak Terima Anaknya Dihukum, Wali Murid Balik Beri Hukuman untuk Guru, Paksa Merangkak Keliling Kelas

"Rumah kalau dibilang hancur ya hancur.

Semua barang elektronik enggak ada yang selamat.

Mesin jahit buat saya kerja rusak, sudah enggak bisa dipakai sama sekali," ujar Ani.

Tembok rumah warga RT 02, RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, roboh akibat diterjang banjir, Selasa (25/2/2020). (KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI)

Ani berprofesi sebagai tukang jahit rumahan.

Dan, itu satu-satunya hal yang bisa ia lakukan untuk menafkahi dirinya dan keponakannya.

"Kalau dibilang pendapatan saya turun, ya bukan turun lagi.

Memang sudah enggak kerja saya dari awal tahun 2020 ini.

Saya belum bisa beli mesin jahitnya lagi," ujar Ani.

Baca: Ramalan Zodiak Keuangan Sabtu 27 Februari 2020: Pisces Harus Tenang di Finansial, Cancer Terbukalah!

Baca: Alami Pelecehan Seksual di Kampus, Mahasiswi UI Malah Disalahkan Petugas Pengamanan

(Tribunnewswiki.com/Saradita Oktaviani/Kompas.com)



Penulis: saradita oktaviani
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer