Banyak dari kasus-kasus itu dikaitkan dengan para pelancong yang berkunjung ke Iran untuk tujuan kunjungan keagamaan.
Pemerintah meningkatkan langkah-langkah untuk memerangi pandemi global dengan membatasi perjalanan domestik oleh orang-orang yang terinfeksi atau dicurigai terinfeksi.
Selain itu, pemerintah juga membatasi akses ke situs ziarah utama Syiah (Holy Sites Shia Islam).
Dilansir dari rferl.org, pada sebuah konferensi pers Menteri Kesehatan Iran, Saeed Namaki, mengatakan bahwa penutupan sementara sekolah-sekolah di daerah yang terkena dampak akan diperpanjang selama tiga hari.
Sementara itu, penutupan sementara untuk universitas akan diperpanjang mulai dari 29 Februari 2020.
Televisi pemerintah kemudian melaporkan bahwa salat Jumat di Teheran telah dibatalkan.
Tidak hanya itu, kantor-kantor berita semi-resmi lain mengutip perkataan para pejabat yang juga mengatakan bahwa salat Jumat juga akan dibatalkan di kota-kota lain.
Baca: Kasus Kepsek Perkosa Siswi Sejak SD, Pakai Foto untuk Ancam Korban, Dihapus Karena Kepergok Istri
Baca: Konflik Suriah: 34 Tentara Turki Tewas Terbunuh dalam Serangan Udara Pasukan Koalisi Suriah-Rusia
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 28 Februari 1911: Lahirnya Ketua PDRI, Syafruddin Prawiranegara
Sementara itu, pada Kamis (27/2/2020) Arab Saudi menangguhkan visa untuk kunjungan ke situs-situs suci Islam untuk ziarah umrah.
Namun, belum diketahui apakah ziarah haji tahunan yang tahun ini dimulai pada bulan Juli juga akan diberlakukan hal yang sama.
Di Pakistan, sekolah-sekolah di provinsi Sindh dan Balochistan ditutup, Pakistan juga menangguhkan penerbangan ke dan dari Iran.
Pakistan juga mulai menyaring ratusan orang yang baru saja tiba dari negara tetangganya.
Negara-negara Asia Selatan melaporkan dua kasus positif coronavirus pada orang-orang yang baru-baru ini bepergian ke Iran sebagai bagian dari kelompok peziarah dari minoritas Syiah Pakistan.
Pemerintah Irak juga memerintahkan untuk menutup sekolah dan universitas, kafe, bioskop, dan ruang publik lainnya hingga 7 Maret 2020.
Perjalanan ke atau dari beberapa negara yang terkena dampak terburuk, termasuk Cina, Iran, Jepang, Korea Selatan, dan Italia, juga dilarang.
Badan Pariwisata Federal Rusia merekomendasikan operator tur nasional menunda kunjungan ke Iran, Italia, dan Korea Selatan sampai wabah di sana dikendalikan.
Langkah itu dilakukan setelah Moskow mengumumkan akan berhenti mengeluarkan visa untuk perjalanan reguler dan transit bagi warga Iran.