Mencegat Truk hingga Membuat Kotak Amal, drg. Ubha Mahbubah Mengubah Puskesmas Roboh Menjadi Baru

Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang dokter kepala Puskes Pasangkayu 2 berhasil merenovasi kondisi puskesmas menjadi seperti rumah sakit kecil

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang pengguna facebook bernama Joko Hendarto membagikan sebuah kisah inspiratif kepada warganet pada hari ini, Kamis (27/2/2020).

Joko menuliskan kisah tentang pembangunan puskesmas Pasangkayu 2 yang berlokasi di Karya Bersama, Pasangkayu, Provinsi Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

Di dalam postingan Facebooknya, ia sedang melakukan pendampingan untuk eliminasi Malaria yang dilakukan di Pasangkayu.

Kemudian, ia bertemu dengan seorang seniornya saat ia berkuliah di Universitas Hasanuddin Makasar (Unhas), drg. Sitti Mahbubah.

Beliau adalah seorang dokter angkatan tahun '96 Fakultas Kedokteran Gigi Unhas yang kini menjabat menjadi kepala Puskesmas Pasangkayu 2.

Sapaan akrab drg. Sitti Mahbubah, dokter Ubha, mengungkapkan keresahan dan kekhawatirannya terhadap Joko Hendarto mengenai puskesmas miliknya.

Ubha menerangkan bahwa sebentar lagi akan dilakukan akreditasi Puskesmas.

Melihat kondisi puskesmas yang saat itu sangat memprihatinkan, Ubha sempat merasa down dan putus asa bisa mendapatkan akreditasi yang baik.

Dikutip dari akun Facebook pribadi Joko Hendarto, bangunan puskesmas itu sudah sangat jelek, rayap sudah menggerogoti kayu-kayu gedung.

Lingkungannya kumuh dan tidak tertata, bahkan puskesmas tersebut sudah sangat lama tidak pernah direnovasi.

Baca: Viral Pria Plontos Pukul Supir Ambulans di Bintaro, Kini Pelaku Diamankan Polisi

Baca: Kisah Mbah Sudiro, Kakek 71 Tahun yang Pertaruhkan Nyawa Demi Bantu Selamatkan Siswa SMPN 1 Turi

Kondisi Puskesmas Pasangkayu 2 sebelum dan sesudah proses renovasi

Menjelang akreditasi yang hanya berjarak beberapa bulan pun tidak ada anggaran untuk memperbaiki puskesmas tersebut.

Menurut Joko, kalau pun dilakukan akreditasi saat bangunannya jelek, yang akan terkena nilai jelek pun daerah Pasangkayu juga.

Dinas Kesehatan mungkin juga akan terkena nilai akreditasi yang buruk.

"Rasanya mendapatkan nilai bagus adalah hal yang mustahil saat kondisi gedung-gedungnya sudah lapuk, kusam, dan fasilitasnya buruk, namun, dokter Ubha yang mengepalai puskesmas tersebut tidak mau menyerah," ungkap Joko.

Perempuan itu kemudian berinisiatif membangun dan merenovasi bangunan puskesmas tanpa anggaran pemerintah.

Ia mencegat truk-truk yang lewat di depan puskesmas untuk meminta bantuan material.

Bahkan, dokter gigi itu pun mulai mendatangi tokoh masyarakat, kepala desa, dan camat untuk menyampaikan rencananya memperbaiki Puskesmas Pasangkayu.

Di depan puskesmas pun diberi kotak amal yang ditujukan untuk memperbaiki bangunan puskesmas.

Bantuan material seperti semen, pasir, tanah timbunan, serta kerikil pun datang satu per satu setiap harinya.

Ada yang menanggung 5 hingga 10 sak semen yang datang dari kepala dusun dan masyarakat sekitar.

Baca: Setelah Menuduh Pemulung Menculik, Kini Gita Mandasari Malah Laporkan Nenek Irawati Penganiayaan

Baca: Kisah Pria Bikin Kerajinan Tangan dari Sedotan Berbentuk Motor hingga Rumah, Sudah Berkarya 9 Tahun

Kondisi Puskesmas Pasangkayu 2 sebelum dan sesudah direnovasi
Halaman
12


Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer