"Sekarang masih dicarikan hotel untuk menginap katanya," tutur Saiful kepada Kompas.com.
Saiful mengatakan, saat ini dia dan jamaah umrah lainnya memasrahkan semua kepada pihak travel.
Apabila memang harus pulang ke Lombok, ia dan jamaah lainnya akan dengan lapang dada menerimanya.
Baca: Demi Cegah Virus Corona, Turnamen German Open 2020 Ditunda hingga Waktu yang Tak Ditentukan
PT Angkasa Pura I mencatat sebanyak dua penerbangan ibadah umrah dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Kamis (27/2/2020).
"Kedua penerbangan menggunakan maskapai Saudi Arabia Airline," kata Humas PT Angkasa Pura 1 Juanda, Yuristo Ardi Hanggoro.
Yuristo mengatakan, penerbangan pertama sudah terlanjur berangkat pada pukul 10.35 WIB.
Pesawat yang terlanjur berangkat itu menggunakan maskapai Saudi Arabia Airlines dengan nomor penerbangan SV 359.
Pesawat itu membawa 438 jemaah.
Sementara penerbangan kedua dibatalkan karena kebijakan Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan umrah dari negara yang terdampak penyebaran virus corona.
Terkait hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berharap pemerintah Arab Saudi tetap mengizinkan para jamaah umrah dari Indonesia yang sudah terlanjur berangkat.
Muhadjir juga mengatakan jika pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan pemerintah Arab Saudi agar tetap mengizinkan jamaah yang sudah tiba dan terlanjur terbang ke sana untuk tetap menjalankan umrah.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut, Pemerintah RI akan berupaya melakukan negosiasi dengan Arab Saudi atas keputusan melarang sementara ibadah umrah untuk jemaah asal Indonesia.
Baca: Harga Masker di Indonesia Tinggi, Menkes Justru Salahkan Orang yang Membeli: Salahmu Sendiri Beli
Baca: Kemenkes Tekankan Indonesia Tak Buru-buru Bawa Pulang WNI yang Dikarantina di Kapal Diamond Princess
Menurut Terawan, pemerintah RI akan meyakinkan Arab Saudi bahwa Indonesia sampai saat ini masih dinyatakan bersih dari penyebaran virus corona COVID-19.
"Ya namanya juga berusaha demi untuk rakyat pasti kita melakukan upaya (lobi) seperti itu. Tapi caranya juga kan halus," kata Terawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/2/2020).
Terawan mengatakan, pemerintah RI menghormati keputusan Arab Saudi yang menangguhkan sementara izin visa untuk tujuan umrah, termasuk bagi jemaah asal Indonesia.
Sebab, itu adalah sepenuhnya kewenangan Arab Saudi untuk menjaga negaranya dari penyebaran virus Corona.
"Itu keputusan sebuah negara kita harus hormati lah," ujar dia.
Meski begitu, Terawan berharap Arab Saudi mau mengevaluasi lagi keputusannya tersebut.
"Tapi kan ngomong-ngomong kan enak, ya toh, negosiasi dan sebagainya. Tapi kita enggak memaksakan diri karena itu keputusan, menghargai, supaya tak jadi preseden buruk untuk kemudian hari," ujar dia.