Megawati Singgung Soal Anak yang Dipaksa Ikut Pilkada, Gibran: Saya Tidak Dipaksa, Keinginan Sendiri

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Putra pertama Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, memberikan pidato politik di depan pendukungnya usai menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon Wali Kota Solo 2010 ke kantor DPD PDIP Jawa Tengah, di Semarang, Kamis (12/12/2019). Gibran mendatangi kantor DPD PDIP Jateng dengan dikawal oleh ribuan pendukungnya.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Politisi Muda Partai PDI Perjuangan, Gibran Rakabuming, turut buka suara terkait pidato Megawati Soekarnoputri.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP itu berbicara tentang pandangannya terkait perubahan dalma perpolitikan Indonesia.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan di hadapan calon kepala daerah yang di usung PDIP, di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

Megawati menyebut saat ini harus terjadi regenerasi.

Menurutnya, tahun 2024 akan menjadi tahun politik para pemuda.

"Satu, 2024 akan terjadi regenerasi."

"Benar, kita kita ini sudah fading away. "

"Yang musti maju itu yang didorong itu anak anak muda," ujar Megawati seperti yang dikutip dari Tribunnews.com.

Baca: Selain Jadi Menteri Paling Populer, Menhan Prabowo Subianto Paling Banyak Didukung pada Pilpres 2024

Baca: Unggul Telak Atas Rivalnya, Inilah Strategi Bernie Sanders Bangun Kekuatan Politik di Nevada, AS

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato penutupan Rakernas I PDI-Perjuangan di PRJ Kemayoran, Jakarta Jakarta Pusat, Selasa (12/1/2016). (TRIBUNNEWS.COM/Henry Lopulalan)

Namun dalam kesempatan ini Megawati juga menyinggung soal anak muda yang didorong maju ke pemilihan, padahal tidka memiliki potensi.

Bahkan ia sempat merasa jengkel dengan hal seperti ini.

"Tapi berhentilah, kalau kalian punya anak, anaknya itu enggak bisa jangan dipaksa-paksa."

"Jengkel loh saya. Lah iya loh, ngapain sih kayak tidak ada orang."

"Kader itu ya anak kalian juga loh. Gimana yo," tutur Megawati.

Secara implisit, Megawati juga menyinggung soal politik dinasti yang lumrah terjadi di Indonesia.

Tak cuma anak, anggota keluarga yang lain jug bisa saja meneruskan dinasti politik tersebut.

Megawati menjelaskan bisa jadi istri hingga ponakan.

"Kalau tidak anakne, kalau ndak istrine, kalau enggak ponakane, loh nanti pasti ada yang bilang loh Ibu kan juga, tapi kan saya membuktikan," tuturnya.

Megawati mebyebut, hal berbeda terjadi pada anaknya.

Ia menyebut anaknya mengikuti apa yang mnejadi kemauan masing-masing.

Ia menyontohkan putrinya, Puan Maharani, yang kini jadi Ketua DPR RI.

Halaman
123


Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer