Warga Nevada yang bukan kulit putih menjadi basis utama massa pendukung Bernie, khususnya Latino.
Ia berhasil menarik suara sebagian besar kelompokLatino berkat isu-isu antirasial yang seringkali digaungkan dalam kampanyenya.
Namun demikian, Sanders juga berhasil menarik atensi para pemilih kulit putih dengan mendapatkan 29 persen suara.
Sementara untuk para pemilih kulit hitam, Sanders berada di posisi kedua dengan 27 persen dari Joe Biden yang mendapatkan 39 persen suara.
Kekuatan massanya ini disebut juga sangat mirip dengan apa yang terjadi di New Hampshire.
Memakai pendekatan gender, 38 persen suara Bernie adalah laki-laki dan 30 persen adalah perempuan di New Hampshire.
Baca: Bernie Sanders vs Pete Buttigieg: 2 Kandidat Demokrat Siap Bersaing Lawan Donald Trump di Pilpres AS
Sebuah survei menyebut para pemilih Bernie hampir sebagian besar merupakan anak-anak muda.
Hampir 2000 pemilih yang memberikan suaranya lebih awal, Bernie berhasil mendapatkan massa 57 persen untuk usia di bawah 45 tahun dan 65 persen dari mereka yang berusia di bawah 30 tahun.
Persentase ini lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan kaukus di New Hampshire.
Untuk usia di atas 45 tahun, Bernie hanya meraih 20 persen pendukung, hampir menyamai Joe Biden (23 persen).
Sedangkan untuk usia 65 tahun ke atas, Bernie cuma mendapatkan 11 persen pendukung.
Tiga dari sepuluh pemilih merupakan pemilih ideologis yang progresif.
Mereka tentu mempunyai kesamaan cara pandang pemerintahan dengan apa yang Bernie ingin wujudkan di AS.
Ketiga orang dari sepuluh pemilih yang menyebut diri mereka 'sangat liberal' ini memilih Bernie dengan total 49 persen suara dan jauh unggul atas rivalnya, Elizabeth Warren yang mendapatkan 17 persen suara.
Sementara di antara kelompok moderat, Bernie mendapatkan 29 persen suara.
Angka ini besar bagi Bernie mengingat persentase kandidat lain menyebar merata di belakangnya.