Peristiwa yang terjadi pada Jumat (21/2/2020) sore tersebut awalnya merupakan bagian dari kegiatan ekstrakurikuler Pramuka yaitu menyusuri sungai di sekitar lingkungan sekolah.
Nahas, ketika kegiatan berlangsung, banjir menerjang dan menghanyutkan 249 siswa SMP N 1 Turi yang turut dalam kegiatan.
Gelisah lantaran sang putri tak kunjung ditemukan oleh tim SAR Gabungan, Suraji akhirnya terjun langsung ke Sungai Sempor.
Dikutip dari TribunJogja.com, sejak subuh pada Sabtu (22/2/2020), Suraji menyusuri sungai untuk menemukan Yasinta.
Diceritakan Suraji, dirinya terus mencari Yasinta meskipun tubuhnya terasa kram hingga tak bisa digerakkan.
Beruntung keluarga membantu Suraji untun mencari sang putri semata wayangnya.
“Saya gelisah. Pas habis Subuh, saya langsung ke dekat posko itu. Turun lewat jembatan. Saya nyusur sendiri, sampai saya keram di sana, hampir nggak gerak. Untung ternyata ada keluarga yang ikut juga,” katanya.
Sebelum terjun ke sungai, Suraji sempat bolak-balik menemui korban yang ditemukan oleh tim SAR Gabungan, baik di posko, klinik maupun Puskesmas Turi.
Dirinya berharap satu di antara korban yang ditemukan adalah Yasinta.
“Mulai Jumat sore itu, saya sudah tidak sabar. Saya cari infonya di mana- mana, sekolah saya datang, ke SWA (klinik), posko SAR, Puskesmas, semua lah. Setiap ada kabar ada korban ketemu, saya datang, ternyata bukan anak saya,” terang Suraji.
Namun hingga sekitar pukul 02.00 WIB pada Sabtu, (22/2/2020) Suraji belum mengetahui keberadaan Yasinta.
“Ada lagi korban di Puskesmas, 3 kali saya bolak-balik, terakhir jam 2 malam, katanya ada yang mau dicocokin, ternyata bukan anak saya. Makanya saya turun subuh subuh itu,” lanjutnya.
Hingga akhirnya Suraji memutuskan untuk menyusuri Sungai Sempoh bersama beberapa anggota keluarganya untuk mencari Yasinta.
Baca: Terkait Susur Sungai, Kepala Sekolah SMPN 1 Turi: Jujur Saya Tidak Tahu Ada Kegiatan Itu
Baca: Viral Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Beri Jawaban Ini Saat Diingatkan Warga Lakukan Susur Sungai
Yasinta ditemukan meninggal dunia
Minggu (23/2/2020) pagi jasad Yasinta dan Zahra Imelda akhirnya ditemukan oleh tim SAR di lokasi yang sama.
Yasinta dan Zahra Imelda adalah dua korban terakhir yang berhasil ditemukan dari 10 daftar siswa SMP N 1 Turi hilang terseret arus Sungai Sempor.
Dari informasi yang dihimpun oleh TribunJogja.com, tim gabungan mulai melakukan pencarian terhadap Yasinta dan Zahra pada pukul 05.00 WIB.
Korban pertama ditemukan sekitar pukul 05.00 WIB, sedangkan korban kedua ditemukan pukul 07.15 WIB.
"Posisi kedua jenazah sama waktu ditemukan, kemungkinan awalnya ndelik (sembunyi) di balik fondasi DAM," ucap personel SAR MTA Yogyakarta, Gandung Kusmardana saat ditemui di posko utama di Lembah Sempor.