Pengakuan Napi Terorisme Tolak Baiat ISIS di Nusakambangan, Dianggap Kafir dan Darahnya Halal

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ahmad Hassan dijatuhi hukuman mati dalam insiden pengeboman di luar kantor Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada 2004

"Saya sempat tanya ke Noordin M Top, kenapa perlu menyerang kedubes karena bukan negara dia, tapi dibilang termasuk bagian. Salah satunya karena Australia adalah sekutu Amerika," kata Hassan.

"Kita nggak banyak bertanya waktu itu. Kayak orang bodoh waktu itu, jalan, jalankan saja.

Saya juga heran, kok bisa kayak begini. Sementara teman-teman ada yang menolak."

"Waktu itu memang karena kekhilafan saya dan teman-teman saya, dan karena lemahnya ilmu yang kita dapatkan … saya bilang ke anak-anak muda, jangan sampai meniru saya karena sedikitnya ilmu dan jangan coba-coba melakukan sesuatu yang merusak," tutupnya.

Sementara simpatisan JAD, berdasar survei yang dilakukan 2016, berjumlah sekitar 12 juta orang.

Aksi anggota JAD di Indonesia termasuk serangan bom di gereja di Surabaya, penyerangan kantor polisi di Medan serta penusukan mantan Menteri Pertahanan Wiranto, Oktober tahun lalu.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/BBC)



Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer