Latihan Keras ala Shin Tae-yong, Semprot Kiper Timnas Indonesia Seperti Kakek-kakek

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong menjawab pertanyaan wartawan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (13/1/2020).

Ayo, lebih kuat,” ujar Shin.

Para penjaga gawang Timnas Indonesia diminta untuk tetap menjaga dasar-dasar teknik seperti kuda-kuda yang harus selalu seimbang, kuat dan kokoh.

”Ingat ya, selelah apa pun kalian, dasar-dasar teknik penjaga gawang tidak boleh dilupakan.

Kuda-kuda kaki kalian harus selalu kokoh.

Tangkapan harus selalu aman.

Ini kunci utama penjaga gawang,” ujar Kim

Genjot Fisik Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Gunakan Kalimat Pedas

Karakter Shin Tae-yong, pelatih tim nasional sepak bola Indonesia, kian terlihat di hari keempat pemusatan latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Pelatih asal Korea Selatan yang dikenal disiplin dan sangat detail itu tidak segan berkata ”pedas” kepada para pemain yang berulang kali melakukan kesalahan.

”Kalian ini mengoper (bola) saja tidak bisa. Anak sekolah dasar saja bisa passing seperti ini.

Kalian ini, kan, pemain timnas.

Apa tidak malu dengan predikat ini?” teriak Shin melalui penerjemahnya, Jeong Seok-seo, ketika menghentikan latihan sejenak sekaligus memberikan koreksi tegas terkait kualitas operan para pemain tim ”Garuda”, kemarin.

Suasana latihan perdana timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong di Stadion Madya, Jumat 14 Februari 2020

Pada latihan itu, kualitas operan para pemain timnas, khususnya pada sentuhan satu-dua, terlihat masih jauh dari sempurna.

Bola sering kali tidak meluncur tepat ke kaki para pemain, bahkan terkadang mengarah liar tidak tentu arah.

Semua itu diamati saksama oleh Shin, mantan pelatih timnas Korsel di Piala Dunia Rusia 2018.

Dalam latihan tersebut, Shin menginstruksikan pemain mengawali program dengan melakukan sentuhan kombinasi satu-dua.

Pemain harus melakukannya bergantian dan terus berpindah tempat.

Ternyata operan mereka masih semrawut.

Kontrol bola mereka pun tidak jarang kurang ”lengket” sehingga ada beberapa pemain yang mencoba menahan bola karena takut kontrolnya kurang baik.

Hal itu membuat aliran bola justru melambat. Padahal, Shin meminta bola dioper cepat.

Baca: Kronologi Pesinetron Anak Jalanan Aulia Farhan Ditangkap Polisi, Diciduk Saat Tunggu Pesanan Sabu

Baca: Cucu Habibie Kuatkan BCL yang Ditinggal Ashraf : Seperti Eyang, Unge Bisa Ceritakan Cinta Itu Ada

Halaman
123


Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer