Ashraf Sinclair meninggal pada pukul 04.51 WIB di RS MMC Kuningan, Jakarta.
Suami BCL tersebut menghembuskan napas terakhir karena serangan jantung.
Dikutip dari Hallo Sehat, serangan jantung biasanya terjadi ketika salah satu pembuluh darah mengalami penyumbatan, bisa terjadi karena terlalu banyak lemak.
Penyumbatan tersebut mengakibatkan aliran darah tidak lancer ke jantung.
Sehingga jantung kekurangan oksigen serta makanan.
Oleh karena itu, jaringan di sekitar otot jantung rusak dan mati, sampai tak bisa memompa darah lagi.
Baca: Absen Screening Kesehatan Bisa Picu Serangan Jantung Bagi Para Pegiat Olahraga, Bagaimana Bisa?
Serangan jantung bisa terjadi kapan saja, namun lebih sering terjadi pada pagi hari.
Dikutip dari NHS.UK, serangan jantung yang terjadi di pagi hari jauh lebih berbahaya dari pada waktu lainnya.
Dikatakan bahwa orang yang mengalami serangan jantung antara 6 pagi dan tengah hari, menderita kerusakan lima kali lebih besar pada otot jantung mereka.
Hal tersebut berdasarkan penelitian terhadap lebih dari 800 pasien serangan jantung.
Baca: Waspada Serangan Jantung, Coba Lakukan 8 Kebiasaan Mudah Ini untuk Jaga Kesehatan Jantungmu
Penelitian tersebut meneliti kemungkinan hubungan antara waktu terjadinya serangan jantung dan kadar dua enzim dalam darah.
Enzim ini adalah penanda kerusakan pada jaringan jantung, dan kadar yang lebih tinggi menunjukkan area kerusakan yang lebih luas.
Gejala medis seperti serangan jantung di pagi hari ini juga dikairkan dengan morning surge.
Yaitu kondisi ketika ntekanan darah meningkat di pagi hari.
Orang yang memiliki kondisi morning surge disebut memiliki resiko lebih besar untuk terkena serangan jantung atau serangan stroke di pagi hari, yaitu saat tekanan darahnya meningkat.
Morning surge juga sering menjadi penyebab utama terjadinya serangan jantung pada pagi hari.
Selain itu, serangan jantung yang terjadi di pagi hari seringkali dikaitkan oleh para peneliti dengan irama sirkardian.
Pada pagi hari, terjadi peningkatan sekresi hormon tertentu yang digerakkan oleh sirkadian, terutama epinefrin, norepinefrin, dan kortisol.
Kondisi ini memicu peningkatan permintaan oksigen dan tekanan darah.