Hasil Tes Rambut Lucinta Luna Telah Keluar, Positif Mengandung Amfetamin

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lucinta Luna saat dalam jumpa pers di Polres Jakarta Barat, Kamis (13/2/2020). (KOMPAS.com/Revi C Rantung)

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Hasil tes rambut aktris Lucinta Luna menunjukkan dirinya positif menggunakan narkotika jenis amfetamin.

Hal itu diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

“Nah LL (Lucinta Luna) ini baru terbukti positif mengandung amfetamin,” kata dia saat ditemui di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Senin (17/2/2020).

Baca: Beredar Video Lucinta Luna Kumat & Mengerang Kesakitan, Berikut Analisis Pakar Mikro Ekspresi

Baca: Ucapkan Belasungkawa atas Meninggalnya Ashraf Sinclair, Ini Doa Melly Goeslaw untuk Keluarga BCL

Dikutip dari Kompas.com, Lucinta Luna terbukti positif mengkonsumsi narkotika jenis amfetamin setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh kepolisian.

Yusri mengatakan, Lucinta Luna terbukti mengkonsumsi narkotika jenis amfetamin setelah rambutnya diperiksa.

Setelah diketahui positif, polisi akan mendalami dari mana Lucinta Luna mendapatkan amfetamin tersebut.

"Tapi tetap kami akan dalami dulu sampai mana amfetamin atau ekstasi itu didapat dari LL," kata dia.

Baca: Ashraf Sinclair Meninggal Dunia, Berikut Kisah Cintanya dengan BCL, Berawal dari Ketidaksengajaan

Baca: J-Hope BTS Ulang Tahun, Tagar #HappyBirthdayJhope Jadi Trending Twitter Dunia

Lucinta Luna saat dalam jumpa pers di Polres Jakarta Barat, Kamis (13/2/2020). (KOMPAS.com/Revi C Rantung) (KOMPAS.com/Revi C Rantung)

Sebelumnya, pihak kepolisian telah memeriksa Lucinta Luna.

Penyanyi dangdut itu sempat dibawa ke Puslabfor BNN Lido Bogor untuk diambil sampel rambutnya guna pemeriksaan lanjutan.

Saat ini, seperti yang disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyebut hasil puslabfor akan diumumkan beberapa hari ke depan.

Baca: Video Lucinta Luna Kambuh Jadi Viral, Pakar Mikro Ekspresi Soroti Beberapa Kejanggalan Ini

Baca: Meski Terancam Degradasi, Pep Guardiola Bersumpah Tetap Setia di Manchester City

Lucinta Luna saat konferensi pers di Polres Metro Jakbar, Kamis (13/2/2020)(KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR) (KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR)

“Dan masih menunggu sekitar 3 sampai 4 hari menunggu hasil lab untuk mengetahui lebih jelas,

tahu kemungkinan amphetamine yang ada,” kata Yusri beberapa waktu lalu.

Lalu bagaimana bisa rambut mengungkap seseorang kecanduan zat adiktif?

Baca: 6 Momen Romantis Ashraf Sinclair dan BCL, Relationship Goals Banget

Baca: Meninggal Dunia di Rumah Sakit, Jenazah Ashraf Sinclair Sudah Sampai di Rumah Duka

Lucinta Luna saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (12/2/2020)(KOMPAS.com/ MELVINA TIONARDUS) (KOMPAS.com/ MELVINA TIONARDUS)

Dikutip dari Kompas.com, dr Hari Nugroho MSc selaku Peneliti dan Pakar Adiksi dari Mental Health Addiction and Neuroscience Jakarta, menjelaskan hal tersebut.

Ia mengatakan, pemeriksaan rambut adalah salah satu teknik untuk menganalisis kecanduan obat pada seseorang.

“Tes ini juga salah satu teknik pemeriksaan untuk mengetahui drugs,

Terutama pada pemakaian kronis,” ujar Hari pada Senin (17/2/2020).

Baca: Bantah Berita Hoax, Raul Lemos Lampiaskan Amarah di Instagram, Tanggapi Isu Cerai dengan Krisdayanti

Baca: Ashraf Sinclair Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung, Sederet Artis Ucapkan Bela Sungkawa

Ilustrasi obatan Tramadol (Iodine)

Hari memaparkan dalam uji coba narkoba ada istilah metabolite zat, yang mana itu berhubungan dengan proses pertumbuhan rambut.

Pada umumnya, metabolite zat pada rambut berasal dari peredaran darah di sekitar kulit kepala yakni berupa difusi pasif ke sel maupun kelenjar sebum, kelenjar keringat ataupun kontaminasi eksternal.

Hari menambahkan pada kasus narkoba yang dialami Lucinta Luna ini yg ditemukan amphetamine atau amfetamin.

Baca: Amfetamin

Baca: Pengacara Ungkap Kondisi Lucinta Luna Saat Depresinya Kambuh, Kejang, Mata Melotot, Menggeram

Amfetamin diproduksi dalam beberapa bentuk, salah satunya dalam bentuk kristal, yang biasa dikenal dengan sabu (www.gemanusantara.org)
Halaman
12


Penulis: saradita oktaviani
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer