Cara untuk membuat pernikahan mereka menjadi lebih meriah dan tertata yaitu dengan adanya bantuan dari Wedding Organizer.
Wedding Organizer (WO) kini menjadi sarana menggelar pernikahan yang tidak ribet.
Tidak hanya itu, dengan adanya WO, pasangan yang akan menggelar hari bahagia mereka bisa terbantukan dengan mengurus beberapa perlengkapan dan kebutuhan pernikahan mereka.
Pekerjaan jasa ini juga kini menjadi sangat diminati karena penawaran ide dan konsep pernikahan yang bisa disesuaikan dengan keinginan sang klien.
Namun, tidak sedikit orang yang merasa penawaran jasa dari WO justru membuat mereka kecewa bahkan gagal menggelar upacara sakral tersebut.
Puluhan pasangan calon pengantin di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat harus menanggung malu dan nyaris membatalkan pernikahan mereka.
Pasalnya, mereka ditipu oleh jasa pengorganisasian aktivitas pernikahan, Wedding Organizer yang ternyata abal-abal.
Seorang korban penipuan bernama GJB (25) harus rela memberikan uangnya dan menggelar pesta pernikahan yang amburadul lantaran tertipu oleh sebuah WO.
Ia tertipu oleh pemilik WO High Level di Cianjur berinisial BJM (27).
Pemilik WO itu kabur dan menghilang tanpa kabar, kemudian ia memberikan bunga kering setelah GJB berhasil melunasi biaya jasa WO tersebut.
Baca: Pasangan Terancam Gagal Menikah Karena Jadi Korban Penipuan Wedding Organizer, Sudah DP Rp 30 Juta
GJB yang berencana melangsungkan pernikahannya di Bogor, berinisiatif mencari sebuah WO sekitar bulan Agustus 2019.
Karena belum memiliki referensi WO, ia mencari sendiri jasa penyedia organisasi pernikahan itu melalui media sosial Instagram.
Pelaku penipuan tersebut ternyata menawarkan jasa pernikahan yang sesuai dengan keinginan GJB.
Akhirnya, calon pengantin asal Cianjur tersebut termakan bujuk rayu BJM setelah pelaku menawarkan diskon 50 persen untuk membeli paket jasa pernikahan miliknya.
"Sekitar Agustus 2019, saya mau menikah di Bogor. Lalu cari-cari WO di Instagram, dan dapat WO yang lokasinya di Cianjur. Saya DM (direct message), ternyata sedang diskon 50 persen," ungkap GJB kepada wartawan Kompas, Sabtu (15/2/2020).
Kemudian, setelah sepakat dengan paket diskon yang ditawarkan oleh pelaku, korban memberikan uang muka setengah dari total harga paketnya, sebesar Rp 60 juta.
Pemberian uang muka ini sesuai dengan permintaan pihak WO, sedangkan pelunasan paketnya diminta dilakukan pelunasan sebelum hari H resepsi berlangsung.
"Jelang resepsi, saya diminta untuk melunasi. Ternyata hari H yang datang hanya papan background, buket, dan bunga kering. Saya hubungi dia, sudah tidak aktif," ucap GJB.