Myanmar pada hari Jumat (31/1/2020) mengirim pesawat kembali ke China dengan 79 penumpang setelah seorang pria yang diduga mengidap virus Corona dibawa ke rumah sakit.
Tidak ada kasus patogen telah dilaporkan di negara Asia Tenggara yang berbagi perbatasan dengan China.
Satu peumpang China dibawa ke rumah sakit di Guangzhou setelah memperlihatkan kemungkinan gejala virus itu.
Dua warga negara Myanmar juga diizinkan untuk turun dan dibawa ke rumah sakit yang sama untuk diperiksa.
Pihak berwenang mewajibkan semua kedatangan dari China untuk mengisi formulir pernyataan kesehatan dan telah mengeluarkan 'Red Alert' yang menyarankan warga untuk tidak berpergia ke Wuhan dan Hubei.
Departemen Luar Negeri telah mengeluarkan peringatan Tingkat 4 yang merupakan peringatan tingkat tertinggi terhadap setiap perjalanan ke China.
Peronel non-darurat di kedutaan besarnya di Beijing dan konsulat di Chengdu, Guangzhou, Shanghai, dan Shenyang telah diberikan izin untuk meninggalkan negara itu.
Operator AS termasuk United Airlines dan Delta telah memotong ratusan penerbangan.
Pemerintah Austraklia telah meminta warganya untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke China dan menghindari semua perjalanan ke Hubei.
11. Jepang
Jepang telah menyarankan warganya untuk tidak berpergian ke China dan ke Hubei.
Pihak berwenang imigrasi mengatakan bahwa siapapun yang dianggap memiliki virus tersebut dapat ditolak masuk.
India telah meminta warganya untuk menghindari semua perjalanan ke China.
Maskapai penerbangan IndiGo telah menangguhkan rute Delhi-Chengdu dan Bangalore-Hong Kong dari 1 Februari hingga 20 Februari.
Sementara Air India telah membatalkan penerbangan Mumbai-Delhi-Shanghia hingga 14 Februari dan telah mengurangi frekuensi penerbangan Delhi-Hong Kong dari setiap hari hingga tiga kali per minggu.