Antisipasi Virus Corona, Sejumlah Pasangan di China Tak Diizinkan Nikah di Tanggal Cantik 02022020

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Otoritas lembaga pernikahan di China mengharapkan agar tidak ada pernikahan di tanggal canti 02022020 (Foto Ilustrasi)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah otoritas pernikahan di China meminta sejumlah pasangan kekasih untuk menunda upacara pernikahan yang telah dipersiapkan pada tanggal cantik '0202020'.

Lembaga yang mengurusi pernikahan ini tak mengizinkan sejumlah pasangan menikah di tanggal cantik '02022020' dengan tujuan agar tidak terjadi kontak fisik yang dapat menjadi sebab penularan virus corona.

Sejumlah pasangan di China menganggap tanggal 2 Februari 2020 sebagai tanggal cantik yang memiliki keberuntungan untuk upacara pernikahan mereka.

Angka '02022020' adalah bilangan palindrom, yaitu susunan kata atau yang dapat dibaca dengan sama baik dari depan maupun dari belakang.

Gagalnya pernikahan sejumlah pasangan ini mengikuti semakin meningkatnya korban meninggal akibat virus corona di China dan seluruh dunia yang mencapai 305 orang meninggal dunia dengan total 14.556 kasus infeksi.

"Bagi para pasangan yang telah mendaftarkan pernikahan pada tanggal 2 Februari, diharapkan untuk menunda dan segera mengumumkannya kepada kerabat," tertulis dalam sebuah pernyataan lembaga urusan sipil di China, dilansir Daily Mail, Sabtu (1/2/2020).

Sebelumnya, Beijing, Shanghai dan kota-kota lain telah memutuskan untuk menawarkan layanan pernikahan pada tanggal cantik tersebut yang jatuh pada hari Minggu.

Baca: UPDATE VIRUS CORONA - 305 Orang Meninggal Dunia, Total 14.556 Kasus Infeksi

Orang-orang yang memakai masker pelindung saat berjalan di distrik Kwun Tong Hong Kong pada 23 Januari. (Bloomberg via SCMP) (Bloomberg via SCMP)

Ditutupnya Layanan Pernikahan

Pihak otoritas pernikahan menyatakan telah menghentikan untuk sementara layanan konseling pernikahan.

Mereka juga meminta masyarakat untuk tidak mengadakan jamuan pernikahan.

Hal ini disebabkan karena dalam jamuan pesta pernikahan ada kerumunan yang dimungkinkan dapat menyebabkan menularnya virus corona.

Pemakaman Juga Harus Sederhana

Lembaga yang konsen pada urusan sipil di China ini juga mengharapkan agar pemakaman harus diadakan dengan 'cara yang sederhana' serta 'cepat'.

Hal ini dimaksudkan agar tidak ada kontak fisik yang dapat menularkan virus corona.

Lebih jauh lagi, agar mayat korban virus corona harus dikremasi sesegera mungkin.

Para staf yang menangani pemakaman juga harus mengenakan alat pelindung dan harus memeriksa suhu tubuhnya untuk menghindari risiko infeksi.

10 Juta Warga Kota Wuhan Terisolasi

Sebelumnya, pemerintah China resmi mengisolasi Kota Wuhan untuk mengantisipasi penyebaran virus korona yang telah membuat 503 orang meninggal dunia.

Kota Wuhan, China, sebuah megapolitan dengan lebih dari 10 juta penduduk telah dibatasi seluruh transportasinya baik di darat, laut, maupun udara.

Hingga pada Kamis, (22/1/2020) pukul 10 pagi waktu setempat, semua transportasi publik; terminal, kereta bawah tanah, kapal feri dan transportasi darat jarak jauh telah ditangguhkan.

Halaman
12


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer