Lembaga yang mengurusi pernikahan ini tak mengizinkan sejumlah pasangan menikah di tanggal cantik '02022020' dengan tujuan agar tidak terjadi kontak fisik yang dapat menjadi sebab penularan virus corona.
Sejumlah pasangan di China menganggap tanggal 2 Februari 2020 sebagai tanggal cantik yang memiliki keberuntungan untuk upacara pernikahan mereka.
Angka '02022020' adalah bilangan palindrom, yaitu susunan kata atau yang dapat dibaca dengan sama baik dari depan maupun dari belakang.
Gagalnya pernikahan sejumlah pasangan ini mengikuti semakin meningkatnya korban meninggal akibat virus corona di China dan seluruh dunia yang mencapai 305 orang meninggal dunia dengan total 14.556 kasus infeksi.
"Bagi para pasangan yang telah mendaftarkan pernikahan pada tanggal 2 Februari, diharapkan untuk menunda dan segera mengumumkannya kepada kerabat," tertulis dalam sebuah pernyataan lembaga urusan sipil di China, dilansir Daily Mail, Sabtu (1/2/2020).
Sebelumnya, Beijing, Shanghai dan kota-kota lain telah memutuskan untuk menawarkan layanan pernikahan pada tanggal cantik tersebut yang jatuh pada hari Minggu.
Baca: UPDATE VIRUS CORONA - 305 Orang Meninggal Dunia, Total 14.556 Kasus Infeksi
Pihak otoritas pernikahan menyatakan telah menghentikan untuk sementara layanan konseling pernikahan.
Mereka juga meminta masyarakat untuk tidak mengadakan jamuan pernikahan.
Hal ini disebabkan karena dalam jamuan pesta pernikahan ada kerumunan yang dimungkinkan dapat menyebabkan menularnya virus corona.
Lembaga yang konsen pada urusan sipil di China ini juga mengharapkan agar pemakaman harus diadakan dengan 'cara yang sederhana' serta 'cepat'.
Hal ini dimaksudkan agar tidak ada kontak fisik yang dapat menularkan virus corona.
Lebih jauh lagi, agar mayat korban virus corona harus dikremasi sesegera mungkin.
Para staf yang menangani pemakaman juga harus mengenakan alat pelindung dan harus memeriksa suhu tubuhnya untuk menghindari risiko infeksi.
Sebelumnya, pemerintah China resmi mengisolasi Kota Wuhan untuk mengantisipasi penyebaran virus korona yang telah membuat 503 orang meninggal dunia.
Kota Wuhan, China, sebuah megapolitan dengan lebih dari 10 juta penduduk telah dibatasi seluruh transportasinya baik di darat, laut, maupun udara.
Hingga pada Kamis, (22/1/2020) pukul 10 pagi waktu setempat, semua transportasi publik; terminal, kereta bawah tanah, kapal feri dan transportasi darat jarak jauh telah ditangguhkan.