UPDATE Korban Akibat Virus Corona: 259 Orang Meninggal Dunia dan 11.791 Orang Telah Terinfeksi

Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Jumlah kasus virus korona yang diketahui melonjak , 259 orang telah meninggal dan 11.791 orang telah terinfeksi di China oleh virus corona baru. (South China Morning Post)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Komite Kesehatan Nasional China mengumumkan kabar terbaru korban meninggal dunia akibat virus corona mencapai 259 orang.

Dalam laporan resmi, 259 orang telah meninggal dan 11.791 orang telah terinfeksi di China oleh virus corona baru.

Per 1 Februari 2020, Komisi Kesehatan Nasional menyatakan bahwa terdapat 46 laporan kematian baru akibat terkena virus yang menyerang pernapasan itu, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (1/2/2020).

Sebagian besar kematian terbaru berasal dari Kota Wuhan, provinsi Hubei, pusat wabah ini.

Menanggapi penyebaran penyakit yang cepat ini, banyak negara di dunia memperketat pembatasan pelancong dari China.

 Baca: Dettol Antiseptik Disebut Dapat Membunuh Virus Corona, Hoax? CEK FAKTANYA DI SINI!

Hampir 10.000 kasus virus baru telah dikonfirmasi, sebagian besar berada di China, sejak muncul pada bulan Desember.

Lebih dari 100 kasus telah dilaporkan di luar Tiongkok, yang tersebar di 22 negara.

Dilansir AFP, jumlah orang yang terinfeksi di Negeri yang dijuluki Tirai Bambu ini juga meningkat 2.102, sehingga angka total pengidap pneumonia akibat coronavirus jenis baru ini menembus 11.791.

Jumlah itu mengejutkan di tengah upaya Beijing untuk mencegah penularan, antara lain dengan menutup Wuhan dan kota di sekitar Hubei.

Wabah itu semakin menyebar di tengah jutaan warga China yang berlalu lalang bersiap merayakan Tahun Baru Imlek pada Sabtu pekan lalu (25/1/2020).

Dikutip dari Kompas, pejabat tinggi Partai Komunis China kemudian menyatakan "penyesalannya", dan meyakini otoritas lokal bertindak terlalu lamban dalam menangkal virus corona itu.

Baca: Wabah Virus Corona: Jokowi Telah Beri Perintah Evakuasi WNI di Hubei, Menlu: Sesegera Mungkin

Adapun di luar China, virus tersebut sudah menjangkiti 21 negara dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) resmi mendeklarasikan status darurat.

Dalam konferensi pers, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan dia sangat menyoroti peluang virus itu menyasar negara dengan sistem kesehatan lemah.

"Alasan utama status darurat dunia ini diumumkan bukan karena apa yang terjadi di China. Namun, apa yang tengah berlangsung di dunia," ujar Tedros.

Tedros menerangkan bahwa virus China itu adalah "wabah tak terduga" yang harus ditangani juga secara "tak terduga" untuk membendungnya.

Pembatasan 

Kekhawatiran akan bertambahnya penyebaran virus membuat sejumlah maskapai mengurangi penerbangannya ke China.

Sedangkan sejumlah besar perusahaan mulitnasional juga membatasi perjalanan karyawannya ke negara tersebut.

Dilaporkan oleh CNBC, pihak Gedung Putih mengatakan maskapai Amerika Serikat akan menunda semua penerbangan China-AS akibat wabah tersebut.

Halaman
123


Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer