Pedagang Kelelawar di Pasar Tomohon Tak Khawatirkan Virus Corona yang Diduga dari Hewan Liar

Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pedagang di Pasar Tomohon, Sulawesi Utara, menggelar paniki (kelelawar) untuk dijual pada pembeli, Sabtu (9/3/2013). Pasar Tomohon banyak disebut warga sebagai pasar ekstrem karena menjual binatang-binatang yang tak lazim dikonsumsi seperti kelelawar, tikus, ular, anjing, sampai kucing.(TRIBUNNEWS / DANY PERMANA)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wabah virus corona diduga berasal dari hewan liar yang dijual di Pasar Seafood Huanan, Wuhan, China.

Dugaan sementara hewan liar tersebut adalah kelelawar dan ular, meskipun sampai saat ini belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Dikutip dari Kompas.com, pasar Seafood Huanan sendiri adalah pasar tradisional yang menjual bebagai barang kebutuhan sehari-hari.

Namun pasar ini juga menjual kuliner ekstrem, termasuk hewan liar hidup atau siap olah.

Tak berbeda jauh dari pasar Huanan, di Indonesia juga terdapat pasar yang menjual berbagai kuliner ekstrem seperti yang dijual di Pasar Tomohon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Pasar Tomohon menjadi sorotan karena serupa dengan pasar Huanan di Wuhan, China yang diduga menjadi lokasi awal virus itu mewabah.

Baca: Dibangun Hanya Dalam Waktu 2 Hari, Rumah Sakit Corona Pertama di China Mulai Dibuka

Memang sudah jadi kebiasaan bagi orang Minahasa sejak dulu untuk menyantap daging hewan-hewan liar seperti tikus, kelelawar, anjing, kucing, hingga ular.

Hewan-hewan tersebut biasanya diolah jadi makanan khas Minahasa seperti dibuat rica-rica atau masakan lainnya.

Meski merebaknya virus corona membuat warga dunia khawatir, namun kondisi tersebut tidak membuat pasar Tomohon berhenti beroperasi.

Sejumlah penjual dan pelanggan di sana bahkan membantah bahwa virus corona dapat menjangkit hanya dengan memakan kuliner ekstrem.

Stenly, pedagang binatang di Pasar Tomohon, menyebut dirinya sudah lama berjualan daging kelelawar.

Kuliner daging kelelawar ini sudah menjadi makanan sehari-hari warga di sana selama bertahun-tahun.

Stenly pedagang kelelawar di pasar Tomohon (Tangkap layar Youtube tvOneNews)

Karenanya, ia membantah bahwa daging kelelawar mengandung virus mematikan.

"Yang konsumsi ini di Kota Tomohon banyak," kata Stenly dalam tayangan tvOne, Selasa (28/1/2020) seperti dikutip dari TribunWow.com.

Stenly juga menjelaskan penikmat kuliner ekstrem datang dari berbagai wilayah, termasuk dari luar Tomohon.

Ia tak khawatir bahwa virus corona diduga berasal dari hewan liar, seperti yang dia jual.

"Kalau mau bilang virus, sudah puluhan tahun tidak pernah (ada kasus)," lanjutnya.

Senada dengan Stenly, seorang warga Tomohon yang juga mengkonsumsi kuliner ekstrem menyebutkan belum ada kasus virus corona.

"Kita di Tomohon ini belum ada yang terkena dengan virus corona," kata warga tersebut.

Meski begitu ia tetap waspada dan selalu menjaga kebersihan.

Halaman
1234


Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer