Selain Corona, Berikut 10 Virus Paling Mematikan di Dunia: Pernah Booming di Indonesia Tahun 2000-an

Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Coronavirus.(CNN)

Virus KFD adalah virus yang ditemukan di hutan pantai barat daya India pada tahun 1955.

Virus ini ditularkan oleh kutu dan menurut para ilmuwan, mereka sulit menemukan siapa yang menyebarkannya.

Tapi mereka mengasumsikan hewan-hewan seperti tikus, burung, dan babi menjadi kandidat paling besar penyebar virus ini.

Jika terinfeksi virus ini, penderita akan mengalami demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot bahkan menyebabkan pendarahan.

8. Virus Machupo

Virus mematikan ke delapan terkait dengan demam hemoragik di Bolovia.

Virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia atau ke binatang.

Nama lainnya adalah typhus black. Penderita yang terinfeksi akan mengalami demam tinggi dan disertai pendarahan berat.

Misalnya perdarahan berupa bintik-bintik merah di kulit, perdarahan gusi, atau mimisan.

Selain demam berdarah, gejala lainnya yaitu sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga kejang.

Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit demam berdarah Bolivia bisa menyebabkan kematian.

7. Virus demam Crimean-Congo

Ilustrasi: grafis ini menunjukkan siklus hidup virus demam berdarah Krimea-Kongo. (cdc.gov)

Virus Crimea terindentifikasi pertama kali pada 1944 di Crimea, wilayah Ukraina yang baru-baru ini memilih bergabung dengan Rusia.

Namun, pada tahun 1969 virus ini kembali ditemukan di Kongo sehingga diperoleh nama Crimean-Congo Hemorrhagic Fever (CCHF).

Mirip dengan virus Ebola dan virus Marburg yang merajalela di Afrika, virus demam Crimean-Congo ini ditularkan oleh kutu.

Setelah hari pertama terinfeksi, penderita akan mengalami pendarahan di beberapa bagian tubuh seperti wajah, mulut, dan faring (bagian dari kedua pencernaan dan sistem pernapasan).

Selain di Afrika, virus ini menyebar di Baklan, Timur Tengah, dan Asia.

Sebanyak 10-40 % penderita meninggal akibat virus ini.

Virus yang satu ini ditularkan oleh kutu dan peradangannya mirip dengan Marburg dan Ebola.

Baik bagi hewan maupun manusia, belum ada vaksin untuk virus ini.

Halaman
1234


Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer