Saat diangkat, korban masih mengenakan seragam pramuka dan sepatu basket khas sekolah.
Tas sekolah yang berisi buku pelajaran juga masih menempel di belakang tubuh korban.
Wati Candrawati (46), ibu kandung korban menangis histeris melihat mayat dalam gorong-gorong yang ternyata adalah Delis.
Ketika proses evakuasi, ia berada di lokasi didampingi sanak saudaranya.
Tentu saja, sejumlah keluarga mencoba menenangkan Wati.
Selama ini, Wati hanya hidup berdua bersama kedua anaknya.
Baca: Fakta Virus Corona, Dampak pada Tubuh, Ciri Gejala Demam hingga Cara Cegah Lewat Peningkatan Imun
Baca: Tangani Virus Corona, Pemerintah Cina Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari: Target Aktif pada 3 Februari
Kini, jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota melakukan identifikasi di lokasi ditemukannya jasad Delis.
Pihak kepolisian tampak mengukur jarak dari posisi mayat ke mulut gorong-gorong, diameter gorong-gorong, jarak posisi mayat ke badan jalan serta jarak posisi mayat ke lokasi rumah terdekat.
Selain identifikasi lokasi, polisi juga memintai keterangan sejumlah warga, pihak sekolah, serta teman-teman korban yang diperkirakan mengetahui kegiatan terakhir korban.
"Olah TKP ini dalam rangka pengembangan kasus temuan mayat Delis. Kami masih membutuhkan keterangan-keterangan termasuk fakta-fakta yang ada di sekitar lokasi temu mayat tersebut," ujar Kastreskrim, AKP Dadang Soediantoro.
Sebelumnya, berdasarkan hasil visum dari RSU dr Soekardjo, telah diketahui kondisi korban saat ditemukan.
Jasad Delis, di bagian telinga kiri mengeluarkan darah, lengan kanan terdapat bekas ikatan, kepala kiri lebam, lidah posisi tergigit, dan tangan kiri ada lebam.