Kisah Relawan Potong Rambut Gimbal Perempuan yang Jadi Sarang Tikus : Saya Hanya Ingin Memanusiakan

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ardian Kurniawan Santosa (bertopi) memegang rambut gimbal Mbah Iyah

Di tempat tersebut, rambut Sukiyah dikeramas oleh para relawan perempuan.

Rencananya, Ardian bersama sejumlah relawan akan membersihkan rumah Sukiyah pada Sabtu (25/1/2020).

Rambut gimbal Sukiyah bakal dikubur di dekat rumahnya.

Ardian mengatakan, Sukiyah layak mendapatkan perlakuan yang baik dan manusiawi.

"Saya hanya ingin memanusiakan manusia," katanya.

Sukiyah di Dusun Karangombo, Desa Polobugo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, setelah rambutnya dipotong.

Derita Sukiyah, Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Sukiyah hidup seorang diri.

Di dalam rumah beralas tanah dan berdinding papan, perempuan yang diperkirakan berumur 50 tahun ini berteman gelap.

Ibunya meninggal sekitar tiga tahun lalu.

Sementara adiknya semenjak menikah sebelum pindah ke Banjarnegara tak pernah pulang dan berkirim kabar.

Sukiyah mengalami kebutaan sejak berumur lima tahun.

Kala itu, dia sakit panas hingga kejang-kejang dan tidak bisa melihat lagi.

Namun, kala itu dia masih bisa beraktivitas normal hingga membantu orangtuanya berkebun.

"Sukiyah mulai bertingkah aneh dan jadi pendiam sejak umur 10 tahun," kata Suramto, Kamis (23/1/2020), paman Sukiyah, dikutip dari Kompas.com.

Dia mulai mengurung diri dan enggan bersosialisasi.

Selama bertahun-tahun hanya berada di dalam rumah.

Setelah ibunya meninggal, Sukiyah sempat tidur di teras.

Oleh warga, dia dimasukkan ke dalam rumah dan setiap malam selalu dikunci dari luar.

"Itu agar dia tidak keluar rumah karena tidak ada yang mengawasi," terang Suramto.

Sukiyah tinggal di Dusun Karangombo, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Halaman
123


Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer