Rekor Buruk Manchester United: Lebih Sering Kalah Ketimbang Menang di Liga Inggris Sejak Maret 2019

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Chris Wood (tengah) mencetak gol untuk timnya Burnley, kala sukses mengalahkan Manchester United di Stadion Old Trafford, Rabu (22/1/2020).

Namun anehnya, performa tim yang ia tangani justru seakan makin pudar semenjak ia diangkat sebagai pelatih tetap pada Maret 2019 lalu.

Ole pun tak menampik bahwa timnya sedang mengalami situasi sulit, terlebih setelah kalah beruntun dari Liverpool di pekan sebelumnya dan Burnley pada Rabu (22/1/2020) lalu.

Baca: Liga Italia: Setelah Kapten Manchester United, Inter Milan Kembali Borong Pemain dari Liga Inggris

Baca: Liga Italia: Sempat Kecolongan, Milan Bekuk Udinese berkat Gol “Bintang Piala Dunia”

Ole Gunnar Solskjaer, pelatih Manchester United. (Twitter/solskaermind)

“Kami tak bermain baik dan hal ini mengecewakan. Lawan membuat peluang dan bisa memanfaatkan dengan baik.”

“Tak mampu mencetak gol lebih dulu membuat kami gagal membentuk kepercayaan diri,” ujar Ole Gunnar Solskjaer dikutip Tribunnewswiki.com dari Skysports, Kamis (23/1/2020).

“Saya bertanggung jawab akan situasi ini.”

“Ini masa yang sulit untuk tim ini,” tutur mantan pelatih Cardiff City itu menambahkan.

Membeli pemain baru

Dengan kondisi demikian, Ole pun tak mengingkari bahwa timnya butuh pemain baru demi meraih target finis di posisi empat besar atau zona Liga Champions pada akhir musim.

Selain memperkuat lini tengah dengan mendatangkan pemain kreatif semacam Bruno Fernandes dari Sporting Lisbon, hal lain yang tak boleh United lupa adalah lini depan mereka.

“Sepertinya kita akan mencari pemain di bursa transfer kali ini dan pemain tersebut diharapkan bisa diandalkan hingga akhir musim ini."

"Kami mengambil keputusan untuk membiarkan beberapa pemain pergi karena kami membangun sesuatu yang baru. Kami tahu kami perlu mendapatkan kualitas dan kuantitas di tim ini,” ujar Ole.

Hasil buruk Manchester United saat ini masih diperparah dengan cederanya penyerang andalan mereka, Marcus Rashford.

Sang pemain mengalami cedera punggung dalam laga Piala FA melawan Wolves, Rabu (15/1/2020) lalu.

Baca: Tren Buruk Manchester United, Posisi Ole Gunnar Solskjaer di Ujung Tanduk, Deja Vu Mourinho?

Baca: Liga Inggris: Analisis Serangan Balik Manchester United yang Bisa Kalahkan Liverpool

Penyerang Manchester United, Marcus Rashford menderita cedera punggung pada laga Piala FA melawan Wolverhampton Wanderers di Stadion Old Trafford, Rabu (15/1/2020) atau Kamis dini hari WIB. Rashford terancam absen dalam partai krusial melawan Liverpool dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu (19/1/2020). (Twitter @MarcusRashford)

Rashford pun diperkirakan absen selama beberapa bulan akibat cedera tersebut.

Marcus Rashford merupakan pemain tertajam di Setan Merah saat ini.

Sebanyak 14 gol sudah dibuat oleh pemain didikan akademi Manchester United tersebut hingga pekan ke-24 Liga Inggris.

Kehilangan Marcus Rashford tentu merupakan bencana bagi pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer yang akan semakin pusing menentukan komposisi tim.

Terbukti, Anthony Martial tak kunjung mampu diharapkan untuk menjadi tulang punggung Manchester United dalam mendulang gol selama ini.

Untuk mengantisipasi ketiadaan Rashford untuk waktu yang lama, Manchester United pun saat ini dikabarkan sedang mencari penyerang baru di bursa transfer musim dingin.

Penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Edinson Cavani saat ini sedang tidak betah di klubnya dan Manchester United mengintip peluang untuk merekrutnya.

Halaman
123


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer