Diketahui untuk menjadi anggota Keraton Agung Sejagat, pengikutnya harus menyetor sejumlah uang.
Ada pengikutnya yang menyetor dari Rp 30 juta hingga Rp 110 juta.
Setelah ditangkap, Toto dan fannu mengakui berbohong.
Setelah Keraton Agung Sejagat, ada pula muncul Kerajaan Djipang.
Menurut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, munculnya Kerajaan Djipang ini dianggap tidak mengganggu masyarakat.
Sebenarnya Kerajaan Djipang sudah ada sejak tahun 2014.
Keraton Djipang dipimpin oleh seorang raja bernama PRA Barik Barliyan Surowiyoto.
"Di Blora itu sudah lama, di Demak, Kendal juga ada."
"Nggak papa jika situsnya ada, sejarahnya ada, keturunannya, tampilkan saja," kata Ganjar usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Jateng, Senin (20/1/2020), seperti dilansir dari Tribunnews.com.
Baca: Berbeda dengan Keraton Agung Sejagat, Ganjar Sebut Kerajaan di Cepu Blora Punya Orientasi Pariwisata
3. Sunda Empire
Kerjaan yang satu ini sedang menghebohkan masyarakat, Kamis (23/1/2020).
Melalui acara TV, petinggi Sunda Empire, Ki Ageng Rangga Sasana, mengakui beberapa hal.
Rangga Sasana menyebutkan PBB hingga NATO muncul pertama kali di Bandung.
"Makanya PBB lahirnya di Bandung, SLW di Bandung, NATO di Bandung, Petagon di Bandung, Bank Dunia pun di Bandung dengan modal dari bumi Nusantara," tegasnya.
Berdasar inilah, Rangga Sasana menjadikan Bandung sebagai pusat kekaisaran.
Rangga Sasana juga menyebutkan, Bandung adalah titik tertinggi saat terbentuknya Bumi.
"Perlu dipahami bangsa Indonesia semuanya yang belum tahu, ini ya asal-usul bumi, adalah percikan matahari, yang pada kala itu akhirnya membeku, dan yang paling tinggi adalah Bandung," jelasnya.
Menanggapi penjelasan petinggi Sunda Empire ini, Dedi Mulyadi yang juga menjadi narasumber hanya tersenyum dan setengah tertawa.
Ia membebaskan Rangga Sasana untuk berpendapat.