Petinggi Sunda Empire Sebut PBB, Pentagon hingga NATO Lahir di Bandung, Roy Suryo: Kacau Ini Halu

Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petinggi Sunda Empire Sebut PBB, Pentagon hingga NATO Lahir di Bandung, Roy Suryo: Kacau Ini Halu

Amerika menurutnya hanya tempat lahirnya para pasukan PBB.

"Memang benar lahirnya NATO di sana, lahirnya pasukan PBB di sana," terang Rangga Sasana.

Petinggi Sunda Empire Sebut PBB, Pentagon hingga NATO Lahir di Bandung, Roy Suryo: Kacau Ini Halu (Tangkap layar Youtube Indonesia Lawyers Club)

Baca: Tanggapi Ridwan Kamil, Raden Rangga Sasana Sebut Gubernur Jabar Memalukan: Tak Paham Sunda Empire

Mendengar penjelasan Rangga, Roy Suryo kemudian menyanggah bahwa Bandung bukanlah tempat terbentuknya organisasi PBB.

"Tapi lahirnya PBB enggak di Bandung pak," ujar Roy Suryo.

Mendengar itu Rangga Suseno kekeh mengatakan dengan lantang bahwa PBB lahir di Bandung.

"Bandung! PBB di Bandung lahirnya!" ujar Rangga tegas.

"Enggak," kata Roy Suryo.

Mendengar itu, Rangga Sasana menyebut bahwa Roy Suryo tak mengenal sejarah.

"Itu berarti belum mengenal sejarah," ujar Rangga.

Mendengar perkataan Rangga Sasana sontak orang yang berada di studio terbahak, termasuk Roy Suryo.

Meski ditertawakan orang-orang di studio, Rangga Sasana tetap teguh pada pendiriannya.

Bahkan Rangga kembali menyebut bahwa Roy Suryo adalah orang yang belum mengenal sejarah.

"Belum mengenal sejarah saudara itu," ujar Rangga.

Baca: Wakil Gubernur Jabar Katakan Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Tidak Mengganggu Masyarakat

Roy Suryo terdengar makin terbahak, ia kemudian menyebut bahwa Rangga Sasana adalah orang yang penuh halusinasi.

"Kacau ini, halu ini," ujar Roy Suryo terkekeh.

Meski disebut 'halu' oleh Roy Suryo, namun Rangga Sasana ngotot tentang konsepnya dan pembagia

"Dengar! Nanti kita buka, kenapa PBB itu dipindahkan ke Amerika,"

"Amerika mendapat tugas sebagai Security Council, bagaimana Inggris dapat Defence Council, bagaimana Belanda jadi Mahkamah Internasional," ucap Rangga.

(Tribunnewswiki.com/Ekarista)



Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer