Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Akui Tak Punya Trah Bangsawan, Pengikut Diimbau untuk Berhenti

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sempat berbelit, raja dan ratu Keraton Agung Sejagat akhirnya mengakui jika keduanya tidak memiliki trah bangsawan, pengikut diimbau untuk berhenti dari kegiatan terkait Keraton Agung Sejagat.

Hipotesa tersebut dinyatakan Linda dalam kanal YouTube metrotvnews yang diunggah pada Rabu, (15/1/2020).

Linda menjelaskan jika delusi atau waham memiliki banyak jenis.

Menurutnya, waham yang diderita oleh Totok adalah delusi grandiose atau waham kebesaran.

"Saya pertama kali baca tentang berita ini, ada orang yang mendirikan kerajaan dan mengaku dirinya sebagai raja, kalau di dunia psikologis, saya kepikiran langsung tentang waham," ujar Linda Setiawati, seperti yang dikutip dari kanal YouTube metrotvnews.

"Waham itu adalah suatu keyakinan yang tidak sesuai dengan realita yang sebenarnya terjadi, tapi diyakini dengan teguh oleh yang bersangkutan," jelas Linda.

Linda menjelaskan jika orang yang mengidap waham selalu berkeyakinan bahwa apa yang dilakukan adalah benar, dan tidak mau mengakui pembenaran orang lain.

"Jadi walaupun orang di sekitarnya bilang itu tidak benar tapi dia punya keyakinan yang teguh apa yang aku percaya ini bener," ucap Linda.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelda Daniel didampingi Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Sutisna menggelar konferensi pers di Polda Jateng, Rabu (15/01/2020). Polisi menetapkan Toto, raja Keraton Agung Sejagat sebagai tersangka.(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA) (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)

Dikatakan oleh Linda, jenis waham yang diidap oleh Totok adalah delusi grandiose atau waham kebesaran.

"Ada banyak jenis waham, kalau yang ini spesifiknya adalah waham kebesaran," lanjut Linda.

Waham kebesaran merupakan keyakinan seseorang bahwa dirinya merupakan orang yang memiliki kedudukan atau kemampuan spesial.

Meskipun pada kenyataannya orang tersebut adalah manusia yang biasa saja.

"Sesuai dengan namanya kebesaran berarti seseorang ini merasa yakin bahwa dirinya itu seseorang yang spesial, seseorang yang punya kekuatan khusus atau kepintaran khusus, contoh menjadi seorang nabi atau raja, yang pada kenyataanya tidak demikian," papar Linda.

Penyebab munculnya waham bisa dari berbagai faktor seperti genetik, lingkungan sekitar dan juga trauma di masa lalu.

"Kalau kita ngomongin soal penyebab munculnya waham, bisa beberapa faktor apakah mungkin memang secara genetik, selain faktor biologis ada juga faktor lingkungan dan trauma masa lalu," ungkapnya.

Baca: Ganjar Pranowo Akui Pernah Balas Pesan Ratu Keraton Agung Sejagat : Belum Dijawab, Malah Ditangkap

Baca: Setelah Keraton Agung Sejagat, Kini Muncul Sunda Empire, Keduanya Sama-sama Klaim Hal Mirip

Baca: Psikolog Duga Raja Keraton Agung Sejagat Idap Delusi Grandiose: Tak Sesuai dengan Realita Sebenarnya

(TRIBUNNEWSWIKi/Magi, KOMPAS/Riska Farasonalia)



Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer