Petinggi Sunda Empire Mengaku Keturunan Prabu Siliwangi, Tokoh Masyarakat: Orangtua Asli Brebes

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ki Ageng Ranggasasana, salah satu pejabat Sunda Empire memberikan tanggapan atas munculnya foto Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso bersama pimpinan Sunda Empire, Minggu (19/1/2020) di Yogyakarta.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Akhir-akhir ini publik digemparkan dengan munculnya beberapa kerajaan baru di Indonesia.

Mulanya, muncul Keraton Agung Sejagat, yang raja dan ratunya menjadi tersangka.

Selain Keraton Agung Sejagat, ada pula Sunda Empire yang ramai diperbincangkan.

Satu di antara petinggi Sunda Empire adalah Raden Rangga Sasana.

Rupanya ia memiliki nama asli edi Raharjo, warga asli Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes.

Baca: Fakta Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat: Buka Usaha Angkringan hingga Ingin Jadi Youtuber

Baca: Berbeda dengan Keraton Agung Sejagat, Ganjar Sebut Kerajaan di Cepu Blora Punya Orientasi Pariwisata

Ki Ageng Ranggasasana, salah satu pejabat Sunda Empire memberikan tanggapan atas munculnya foto Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso bersama pimpinan Sunda Empire, Minggu (19/1/2020) di Yogyakarta. (Sumber: Kompas TV/Michael)

Ia tinggal di rumah sederhana bercat putih bersama adiknya, Ratna, dan ibunya, Siyem.

Hanya saja, keduanya tidak bersedia diwawancarai.

Para tetangga dan kerabat mengaku tidak tahu menahu soal aktivitas Raden Rangga Sasana.

Seorang kerabat, Susi (32) mengatakan, Edi Raharjo diketahui jarang pulang ke rumah.

Sekali pulang, Edi selalu mengumpulkan banyak orang di rumahnya tersebut.

"Kalau orangnya (Edi) jarang pulang."

"Terakhir ketemu sekitar seminggu lalu."

"Di rumah hanya kumpul-kumpul sama teman temannya, habis itu pergi lagi," kata Susi di rumahnya.

Meski masih kerabat dekat, Susi yang rumahnya bersebelahan, mengaku tidak mengetahui secara pasti terkait keterlibatan Edi Raharjo dalam Sunda Empire.

Dia beberapa kali menyaksikan bahwa Edi Raharjo sering mengenakan seragam loreng lengkap layaknya serdadu.

"Di sini tidak ada yang tahu apa-apa."

"Hanya beberapa kali pernah melihat dia mengenakan seragam yang aneh."

"Pakaian doreng seperti tentara," lanjutnya.

Senada, Lilis (48), tetangga Raden Rangga mengaku sering melihat Raden Rangga melakukan pertemuan di rumah orangtuanya.

"Kalau tidak siang ya malam."

Halaman
12


Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer