Aku mau pergi, aku lungo (pergi), pokok'e aku lungo," kata Tien.
Baca: Kisah Soeharto Ubah Irian Barat ke Irian Jaya, dari Minuman Bir hingga Diplomasi Kencing
Atas pesan itu, Mien lantas menyampaikannya ke politisi Golkar yang dimaksud Tien.
Namun, politisi tersebut tak percaya Tien berpesan demikian.
"Saya pun bersikeras, masak saya berani berbohong?
Mengubah kata-kata Ibu Tien saja saya tidak berani," ujar Mien.
"Tetapi mereka tidak percaya, ya sudah.
Mereka malah mengatakan bahwa lebih dari seratus juta rakyat Indonesia tetap menginginkan Pak Harto menjadi presiden," lanjutnya.
Akhirnya, Tien mengembuskan napas terakhir pada 28 April 1996.
Kemudian, setahun setelahnya, Soeharto kembali terpilih sebagai presiden dan dilantik untuk ketujuh kalinya pada 11 Maret 1998.
Namun, tak lama setelah itu situasi politik menjadi tidak kondusif dan Soeharto menyatakan mundur dari jabatannya.
"Ah, seandainya orang-orang diberi pesan oleh Ibu Tien itu dulu itu mau merenungkannya," kata Mien dalam buku Pak Harto, The Untold Stories lagi.